Seperti paham agama, fanatisme dapat timbul di kalangan pengguna operating sistem (OS). Apalagi jika dirasa bawa OS yang digunakan tersebut memiliki kelebihan dari yang lain.

Kenapa masih pakai Windows?, tanya seorang teman begitu saya membuka laptop. Apa yang salah?
Saya menggunakan produk sejauh yang saya butuhkan. Tidak pernah ada larangan tertulis bahwa sekali kita menggunakan os tertentu, haram bagi kita menggunakan yang lain.
Seperti jika kita memilih sesuatu kita jadi berpikir tentang keuntungan atau kerugiannya. OS pun demikian.
Salah satu alasan kenapa saya sangat mendukung penggunaan linux adalah kebebasan dalam memilih. Jika memang kita tidak mampu atau tidak mau membeli lisensi, kita masih memiliki alternatif. Ini adalah pilihan tepat daripada kita menggunakan software bajakan.
Distribusi linux yang disediakan gratis dan hanya bermodalkan koneksi internet menjadi jalan untuk tetap bisa memanfaatkan IT, tanpa perlu merasa ‘terjebak’ dengan harus membeli lisensi.
Sementara itu semangat kontribusi dan berbagi yang menjadi dasar dari aplikasi-aplikasi open source menjadikan orang-orang terpacu untuk belajar. Semangat yang dianjurkan oleh agama, berbagi..
Saya trauma ketemu anak linux, kata seorang teman kepada saya. Mereka selalu terlalu angkuh dan mencemooh os yang saya gunakan.
Saya jadi berpikir bahwa belajar linux itu seperti belajar agama. Kadang baru sedikit pengetahuan tentang syariat-syariat kita sudah berkoar-koar tentang kebaikan agama kita bahkan menganggap agama-agama yang lain itu keliru.
Agama yang sebenarnya adalah diam memahami, menjalankan aturan, berdoa dan berusaha menurut apa yang kita yakini, setidaknya itu menurutku.
Jadi tidak perlulah kita ribut dan mengkategorikan orang berdasarkan operating sistem yang digunakan. Orang-orang berhak untuk memilih. Saya tidak perlu menjelek-jelekkan produk yang berlisensi agar orang tertarik, cukup dengan menyampaikan kelebihan-kelebihan yang ada pada produk open source. That’s all.
Hanya orang dewasa yang memilih dengan bijak, dan hanya orang dewasa pula yang paham akan pilihan orang lain.
Go Open
Open Mind
Open Heart
Open Source
Yuph seperti itulah Mam anggapan beberapa orang mengenai OS, akan tetapi setidaknya kita bisa memilih mana yang kita butuhkan untuk digunakan. Karena belum tentu kan pas hanya di satu OS…