Blog

>Jujur pasti Manjur!

>Baca koran pagi ini dimana presiden dan rombongan naik kapal dari Lampung ke Jakarta bikin mamie berpikir, apakah pada saat presiden menaiki kapal tersebut sama kondisinya jika dia dan rombongan gak jadi penumpang? Usaha untuk perbaikan memang kelihatan tapi apakah hasilnya bisa maksimal. Mamie gak yakin apa yang didapatkan dari pengalaman presiden di kapal itu sama dengan uang di dapatkan penumpang dalam keadaan biasa. Di kantor aja deh contoh, kalo dah mau datang pejabat, semuanya dipersiapkan yang biasa jadi tidak biasa.

Kalo menurut mamie sih, intinya kita harus jujur. Bagaimana sih keadaan sebenarnya? Bukan untuk mencari kambing hitam yang selama ini kelihatannya sudah jadi trend, tetapi hanya untuk mencari permasalahan yang sebenarnya sehingga solusi penyembuhan dapat tepat kita laksanakan.

Contoh yg lebih kecil di lingkup pekerjaan. Kadang karena kita ragu dianggap boss kurang becus kita jadinya berbicara yg gak sesuai dengan kenyataan. Padahal bagi mamie, siapapun yg bisa melihat kelemahan itulah pemenangnya. Mamie yakin dengan melihat inti masalah, obatnya pasti gak salah. Cuma yang jadi masalah, apakah kita siap berbicara apa adanya dengan segala resiko. Yah.. Butuh kebesaran hati untuk bisa mengakui kelemahan tetapi kalo gak gitu yakin deh Gak akan ada perbaikan yg maksimal, gak akan dapat obat yang manjur.

Ganbatte mamie!!!

>AKU JATUH CINTA KARENA TULISANNYA

>

Siapa bilang mengenal seseorang harus dengan perkenalan formil. Gaya lama.. bertemu, menyapa, mengobrol dan seterusnya.
Untuk model konvensional seperti itu sepertinya tidak umum lagi digunakan di zaman sekarang ini. Dengan perkembangan alat komunikasi semuanya menjadi ringkas, simple dan berisi. Yang menjadi masalah sekarang, apakah media tersebut bisa betul-betul mewakili seseorang untuk bisa dikenal dengan baik? Contoh saja SMS atau chatzone, merupakan media komunikasi yang memungkinkan bagi kita untuk mengenal seseorang, namun tidak sedikit yang sekedar iseng dan coba-coba apalagi jika tujuannya adalah lawan jenis bahkan memungkinkan sampai ke hal-hal yang negative. Sebenarnya cara yang paling mudah dan paling aman untuk mengenal seseorang adalah lewat tulisan. Tulisan adalah ungkapan perasaan dan pikiran yang jujur. Kecil kemungkinan orang bisa menulis dengan harus merekayasa tulisannya. Dan jika demikian, hal itu pun akan terbaca.

Aku berani membuat pernyataan diatas berdasarkan pengalaman. Sebelumnya adalah suatu hal yang wajar bagi aku untuk menilai penampilan seseorang. Love at the first sight sangat berlaku padaku. Fokus pada penampilan dalam hal ini tampang dan cara seseorang berpakaian adalah it’s a must buat aku. Dan jika sudah berkenalan kadang aku sadari bahwa penampilan tidak seindah dengan isinya. Tetapi kesadaran itu tidak instant, aku harus melewati proses yang panjang. Apa yang tampak cuma kemasan yang cantik, begitu aku buka.. ternyata gak sesuai dengan yang aku harapkan dari awal. Hal ini yang membuat aku selalu gagal dalam menjalin hubungan lebih lanjut.

Apakah memang cara ini nggak mempan buat aku? Mungkin iyah. Buktinya setelah aku mengenal ‘blog’, toh akhirnya aku menyadari bahwa dari beberapa blog yang aku baca, aku bisa dengan clear melihat karakter dari seseorang. Dari penampilan blognya, design dan warna aku bisa ‘mengenal’ yang empunya blog. Apalagi jika satu demi satu kata-kata yang tertulis sudah aku baca. Serasa aku sebenarnya gak butuh penampilan orang ini. Aku cukup bisa ‘melihat’nya sehingga mengaguminya dan lebih ingin untuk berbagi dengan dia. Mencari pasangan bagi aku bukan sekedar untuk ada yang mendampingi di setiap hajatan keluarga atau sekedar berstatus sebagai istri, tetapi berbagi dan melengkapi adalah yang aku inginkan dan ternyata ‘penampilan fisik’ bukanlah yang aku cari. Dan aku menemukannya .. cinta yang tulus tidak ada kebohongan dan kepura-puraan dan tanpa perlu ada keraguan di dalamnya.
Cukup bagi aku jatuh cinta dengan tulisannya, karena dengan itu aku lebih mengenal dirinya. idealismenya, kesederhanaannya, kelebihan dan kekurangannya. Segalanya tentang dia.

>Memiliki…pikir-pikir dulu deh…!!

>

Ternyata ‘memiliki’ perasaan ‘memiliki’ itu menyiksa.

Coba aja, seandainya dibandingkan perasaan kehilangan yang ‘punya’ dan orang yg biasa2 saja saat ditimpah musibah banjir misalnya. Yang paling susah siapa yah?
Tapi sebenarnya gak bisa juga diukur dari luarnya, tetapi perasaan ‘memiliki’ itu.

Materi
Benarkah materi yg membuat kita bisa menikmati hidup?
Contoh aja mamie, perasaan semenjak mamie ada keliatan sedikit longgar justru serangan dari luar datang bertubi-tubi.
Malah ada kesan ‘sombong’ yg dilontarkan oleh orang2 yg seharusnya malah tau proses yang mamie lalui.

Perasaan lebih mending saat gak ada yang memperhatikan, saat materi sangat terbatas untuk keperluan sehari-hari. Memang istilah ada gula ada semut itu dah aturan alam. Gak bisa ditolak lagi. Tinggal kita mungkin menempatkan semut tersebut apakah sebagai pengganggu atau malah wadah untuk berbagi.

Berbagi, kata yang seharusnya mudah untuk dilaksanakan. Apa kira2 yg menghalanginya? Apakah perasaan memiliki itu? Sepertinya iyah. Gak usah jauh, kadang waktu pacaran aja kita bakal kelabakan kalo sang kekasih punya atensi sama cewek lain. Wuah hati ini jadi panas, mau komplain tapi malu. Gimana caranya, mau claim ‘kamu milik aku’ belum bisa juga, trus dibiarin gak rela juga. Kalau sudah begitu pasti uring2an deh.

Sama juga dengan barang khan, pokoknya yg dasarnya ‘milik aku’ itu pasti memberatkan. Bagaimana cara meringankannya. Yah kembali berserah diri bahwa apapun yg didunia ini adalah BUKAN MILIK KITA. Apapun itu… Bahkan jiwa kita.. tubuh kita (kata kita mungkin berupa pinjaman aja yah) .. Tetap berusaha mamie untuk tanamkan keyakinan itu. Ganbarimasu….

>MENYAKITI ATAU DISAKITI

>

Kalau disuruh milih kira-kira enakan yang mana yah?

Mungkin kalo mikir diri sendiri pasti kita milih mending ‘menyakiti’ yah?
Tapi apa benar itu membuat kita lebih nyaman?

Disakiti, sepertinya lebih mending, minimal kita masih bisa berusaha untuk berpositif thinking. Percaya bahwa orang melakukan itu bisa karena ketidak sengajaan dan kalau itu pun disengaja pasti ada alasannya.

Akhir-akhir ini mamie merasa, sebenarnya menyakiti itu lebih sakit dibanding disakiti. Sangat berat untuk mengalami dua perasaan itu secara bersamaan. Tapi untungnya, mamie malah bisa mengambil maknanya. Karena itu mamie tiba pada kesimpulan lebih baik disakiti dari pada menyakiti. Apalagi jika kita menyakiti tanpa disengaja atau karena ketidak berdayaan kita terhadap sesuatu yang harusnya kita lakukan.

Sangat sakit…!!!
Seperti menatap diri yang berada dalam kurungan dan melihat orang yang seharusnya kita bisa bantu tetapi gak bisa melakukan apa2.

Kalau sudah begini… what should I do?
jawabannya :
BERHENTI MENYAKITI ORANG LAIN!!!

>BADAI PASTI BERLALU

>Ungkapan ini sangat-sangat mamie percayai. Bagaimanapun keadaannya Badai pasti berlalu. Apakah badai tersebut menyisakan kerusakan besar atau kecil yang pasti itu akan berlalu…

Pada saat kita menjalani keadaan yang ‘menyulitkan’ kadang kita terjebak dengan keadaan, seakan akan bingung dan gak tau harus melakukan apa. Mungkin keadaan itu juga kalau kita berada di tengah tengah badai. Bingung dan yang ada cuma harapan agar badai ini segera berakhir.

Akhir….
Semua hal pasti punya akhir. Manusia pun punya akhir.. mudah2an dengan pemahaman ini ‘ego’ kita bisa ditekan. Untuk apa kita hidup? Berapa lama kita hidup? Segala proses yang terjadi dalam hidup adalah dinamika. Mungkin jika hidup ini datar-datar saja pasti gak menarik yah . Yang dibutuhkan mungkin ‘ketahanan’ dalam menghadapi badai dalam kehidupan. Semakin kokoh bangunannya pasti kerusakannya makin minim. Dan sumber kekuatan itu ada padaNya.

Salah seorang rekan kerja mamie sedang dalam ‘cobaan’, untuk bisa menerima vonis brain cancer sepertinya dibutuhkan ketahanan yang gak sedikit. Bukan cuma untuk teman mamie saja tetapi untuk istri, anak-anak, teman-temannya dll. Dan sepertinya mamie ‘dialihkan’ perhatian akan ‘masalah’ yang mamie hadapi. Ternyata apa yang mamie hadapi bukan apa-apa. Mamie cuma gak sampai berpikir ke ‘akhir’, sehingga ‘ego’ yang dominan. Mamie bersyukur ditengah keadaan seperti ini, seseorang selalu mengingatkan untuk ‘menikmati’ nya.

Toh memang rencana Tuhan itu indah, dan sebenarnya kapasitas kita untuk melihat keindahan itu terbatas karena yang nampak di mata kita dan yang kita rasakan mungkin jauh dari kesan indah itu. Dengan keyakinan ‘akhir’ yang ‘indah’ mudah2an itu menguatkan kita melalui badai dalam hidup ini.
Yakinlah… BADAI PASTI BERLALU

>Apakah harus hidup sendiri…??

>Oprah, walaupun sudah memiliki materi yg melingkupi dirinya, satu yg belum dimilikinya adalah ‘pasangan’. Yang anehnya lagi rupanya itu yang diinginkannya… Hidup Sendiri
Kira-kira alasannya apa yah? Apakah dengan hidup sendiri tanpa pasangan akan lebih ‘tenang’?

Hal yang mamie baru alami juga sepertinya mengarahkan pikiran mamie ke sana.
Menjalani hidup sendiri seakan jadi pilihan yang tepat. Apalagi jika sedang dilingkupi kekecewaan akan pasangan kita. Seakan akan pengen melepaskan diri saja dari ikatan ini saja.

Mamie pernah menyatakan bahwa belajar menerima kenyataan itu akan lebih ringan. Tetapi menjalaninya ternyata gak mudah. Malahan cenderung mamie menyalahkan seakan-akan apa pun yg telah dilakukan oleh seseorang yg kita beri kepercayaan sebagai ‘pembenaran’ atas tindakan apa yg dilakukannya.

Mamie seperti jadi orang yg gak hidup dalam kenyataan, tetapi hidup dalam pikiran, persepsi, curiga dan amarah dan terus terang itu sangat tidak enak.

Apakah perasaan gak enak ini yg dihindari oleh Oprah, Apakah harus hidup sendiri…?

Akhirnya… Memang seharusnya demikian.. Mamie akhirnya berserah, walaupun hal-hal negatif itu masih aja meniup-niup dipikiran dan perasaan.

Semoga mamie diberi kekuatan olehNya

>Selamat Tahun Baru

>Selamat Tahun Baru..
Semua orang pasti mengucapkan itu tepat di pergantian tahun 2006 ke 2007
Semua serba special menyambut tahun baru. Bikin acara, ngumpul2.. bercanda.. bergurau.. ngobrol tentang harapan di tahun berikutnya.

Apa sebenarnya yang membedakan tahun lalu dan tahun yang baru? mungkin seharusnya kita mengarahkan pikiran kita bahwa itu sekedar tanggal yang kita sepakati sebagai perubahan waktu ke periode yang baru.
Bukankah setiap perpindahan hari gak ada bedanya dengan perpindahan tahun itu?. Bukan mengecilkan arti tahun baru, tetapi mamie berharap bisa membesarkan arti setiap hari yang baru.

Setiap detik dalam hidup kita sangat lah berharga. Cuma sayang mamie pun kadang gak menyadari itu. Setiap helaan nafas.. adalah kesempatan yang telah diberikan si Boss untuk kita agar bisa berbuat..berkarya.. untuk sesuatu yang bisa membuat hidup ini lebih indah…

Apakah kita sadari itu… atau harus menunggu moment tahun baru untuk sebuah tekad untuk menghasilkan sesuatu untuk diri kita sendiri dan orang lain…

Selamat Tahun Baru, Selamat Bulan Baru, Selamat Hari Baru dan Selamat Detik yang Baru…
Buatlah segalanya menjadi indah dan berarti.

>Selamat Natal….!!!

>Selamat Natal mama…!!

Pagi-pagi itu dulu yang aku lakukan. Nelpon mama di Jakarta ngucapin selamat untuk dia dan kakak-kakak ku.
Mama bilang, terima kasih nak.. apa semuanya baik2 saja? mama rindu sama kalian semua…
dengan suara tertahan..
Mungkin suasana kebersamaan yang mama rindukan. Pengennya anak2 pada ngumpul ada di sekeliling dia saat-saat ini, mana papa sudah gak ada lagi :(. Dah kayak gini, mamie langsung nelpon pace minta pamit mau ketemu mama mudah2an dalam waktu dekat ini. (ada yang punya tiket murah gak??)

Gak lepas dari pikiran ke mama, mamie jadi berpikir. Hal yang sama mungkin mamie akan temui ketika anak2 mamie sudah besar dan sudah dengan kesibukan-kesibukannya masing masing. Pernah malahan pace ‘complain’ soal mamie yang katanya gak terlalu fokus ke keluarga.. bahasanya sih kayak gini.. ‘Mam, memang punya pacar di kantor yah? kok kalo ke kantor seger banget.. pulang2 dah berantakan!‘ yah.. gak tau sih ini perhatian atau cemburu, mamie anggap saja kedua-duanya. Bisa nerka gak jawaban mamie? mamie jawabnya.. ‘iyah, mamie punya pacar!‘ nah loh .. bingung khan.?

Akhirnya mamie jelaskan, bahwa pacar mamie itu bukan salah satu dari teman2 mamie yang ada di kantor, tapi adalah pekerjaan mamie. Kenapa mamie bisa seger ke kantor? karena mamie kalo dah ngomongin kerjaan pasti tuh seakan2 sedang jatuh cinta. bersemangat….. (ato mungkin karena terlalu sering disuruh ganbatte yah..hehehe)
Pace bilang, ‘Ingat, jangan sampai menyesal kalo anak2 yang akan ninggalin kita nantinya gara2 gak diperhatikan!’ wah.. mamie langsung diam dan merenung… . Tapi mamie tiba pada suatu kesimpulan.

Perasaan kecewa itu pasti ada di sela-sela jalan kehidupan kita, tinggal kesiapan kita menghadapi itu.
Kadang yang membuat kita kecewa adalah karena harapan yang berlebih. Mamie cuma berharap masa depan nanti mudah2an mamie gak berharap lebih 
terhadap anak2.
Cukup bagi mamie kalo mereka bisa hidup bahagia dengan kehidupannya sendiri. Dan itu yang mamie ingin pegang sampai akhir hayat. insha Allah…

Yang pasti karena mamie sekarang dalam posisi anak, mamie akan berusaha untuk bisa membuat mama bahagia. Mama… Selamat Natal…. I am coming…!!!!

Marry X’mas to my brother and sisters.
Marry X’mas untuk teman2 yang ngerayain.
Salam Damai…!!


>Happy Mother’s Day…!!

>Tanggal 22 Desember memang mamie masukkan di agenda mamie sebagai hari yang harus di ingat. Tanggal 22 Desember hari ulang tahun onechan ku (kakak perempuan yang tertua). Jadi pagi2 aku dah kirim sms buat ngucapin selamat ulang tahun dan di jawab dengan thanks.

Gak lama setelah itu aku yang dapat ucapan selamat, dari kakak ku yang di Jakarta (perempuan juga) isinya;
Motherhood is a tought 24-hr job
No Pay
No Day off
Most often unappreciated
& yet.. resignation is impossible
Hello good mom!
Happy Mother’s Day..

Mamie harus berulang2 membaca isi sms itu, yah isinya menjadikan mamie merenung, seberat itu kah tugas seorang ibu?

Mamie jadi rindu sama mama, karena hingga kini disaat semua anak2 perempuannya sudah menjadi ibu, mama gak pernah quit dari job sebagai ibu.

No Pay
emang gak pernah mama minta bayaran dari kasih sayang yang sudah diberikan kepada kami anak-anaknya, malahan cenderung kami mengecewakannya. Maafkan kami yah mama….

No Day off
Jangan kan day off, aku bahkan sampai sekarang masih suka ‘ganggu’ mama biar jam 12 malam.
Masih suka curhat, thanks mom.

Most often un-appriciated
Aku kadang ingat, aku tuh jahat sekali sama mama, suka merasa mama terlalu mencampuri urusanku, padahal wajar yah. Once again.. maafkan aku yah mama

yet.. resignation is impossible
Mom… you always be the one and only mom for me… i love you so much

Ngambil contoh dari mama, mamie akan berusaha untuk menjalankan 24-hr job ini dengan baik untuk anak2 mamie. doakan yah….

Happy mother’s day to my beloved mom

Happy mother’s day to my sisters

Happy mother’s day for all mothers in the world

>Value your life, it’s only once

>Pagi-pagi dah dengar berita duka bener bener gak enak. Walaupun gak ada hubungan keluarga tetapi yang namanya kedukaan pasti deh hati kita tersentuh. Apalagi yang mamie denger nih dari berita di TV. Seorang artis secantik Alda tewas karena diduga dipaksa hingga over dosis. Hhh… bener2 deh.

Diluar dari kuasa kita mengenai hidup dan mati seseorang. Mamie jadi berpikir, sepantasnyalah kita membuat hidup kita lebih berharga.
Kadang orang merasa (merasa yah!) dan dengan pikirannya sendiri berasumsi bahwa hidupnya gak lagi indah. Segala persoalan yang datang bertubi-tubi, silih berganti.. dan sepertinya enggan memberikan ‘sedikit’ kebahagiaan bagi kita.
Well, namanya juga masih di dunia, namanya juga masih bernapas, apa yang dialami harusnya semakin mendewasakan kita, bukan malah terjerumus didalamnya.

Mamie ingat disaat mamie dalam keadaan yang sangat terpuruk dari segi mental. Semuanya serba tidak mengenakkan. Makan gak enak.. tidur gak enak.. ketemu orang gak enak… dan memang sepertinya lebih baik menghilang dari dunia ini dari pada menjalani perasaan gak enak itu terus menerus.

Alhamdulillah, kontrak hidup mamie masih diperpanjang. Dan yang ‘menyadarkan’ mamie adalah sebuah buku yang sudah lecek minta ampun dan itupun mamie dapatkan secara gak sengaja dan entah siapa yang beli, mungkin aja salah satu dari kakak2 ku. Dengan bau yang apek dari buku itu mamie terus menerus membaca.. berulang-ulang… hingga membangkitkan gairah hidup mamie. Buku itu bejudul.. ‘Berpikir dan Berjiwa Besar’
Memang ternyata bukan persoalan atau keadaan yang membuat kita terpuruk, tapi cara berpikir kita yang cenderung kerdil dan mengakibatkan jiwa kita ikut kerdil.
Kekerdilan membuat kita ‘menciut’ merasa (merasa loh!) hidup kita jadi gak berarti sama sekali.

Akhirnya self confidence itu timbul dengan sendirinya (mungkin dah direcokin dengan NLP, neuro linguistik programming, dari buku itu) makan jadi enak, tidur jadi nyenyak dan ketemu orang … ayoooo … siapa takut.

Yah.. mudah2an penghargaan terhadap hidup ini bisa kita terapkan bersama2. Sayang khan.. dikasih kesempatan hidup itu susah loh (coba aja pikir dari beratus2 juta sperm yang berhasil cuma 1) trus .. kenapa harus kita sia sia khan.. bahkan kita hilangkan???
Think beautifully, life will be beautiful. Worth your life, value it.. coz there’s no another chance.. setiap detik..setiap menit… nikmati hidup mu…

Gak salah kalo Bonjovi (bukan endy lho) ngomong ini di lirik lagunya,
It’s my life, it’s now or never
I ain’t gonna live forever
I just wanna live while I am alive

Coba aja di denger2 pasti membangkitkan semangat.. NLP bow..hehehe
Keep it alive inside….!!!

Tag cloud: