I love you or I love myself?

Pengalaman mungkin guru yang terbaik bagi mamie dan kadang terkejam dari guru-guru yang ada di sekolah-sekolah dulu. Kalau guru di sekolah mungkin bisa kita hindari dengan memikirkan jika kejadian paling buruk terjadi paling juga keluar dari sekolah tersebut dan pindah ke sekolah lain. Tetapi bagaimana dengan guru kehidupan? Dead or alive deh pilihannya ^^
Pengalaman dekat dengan lawan jenis pun adalah guru. Cuma khusus untuk ini resiko terburuknya yah putus cinta, eh tapi kadang bisa berakhir suicide loh kalau tidak kuat. Semoga tidak yah ^^
Dalam menjalin hubungan, kita berproses untuk mengenal pribadi satu dengan yang lain. Ketertarikan itu pasti kepada hal-hal yang baik dari pasangan, yah otomatis deh kalau awal-awal kedekatan itu pasti terasa manis. yah.. berdasar dari hal-hal yang menarik itu. Tetapi bagaimana selanjutnya? Mulailah kerikil-kerikil kecil, tajam mulai mendatangi kita satu per satu. Bahkan kerikil ini pun bisa berubah menjadi batu karang yang besar, keras dan berat. Ketahanan kita menjalin hubungan ini tergantung dari dasar kekuatan kita menjalin hubungan, niat nya untuk apa. Kalau niatnya rapuh dengan sendirinya serangan-serangan itu pasti akan membuat hancur.
Lalu apa dasar yang bisa membuat hubungan bertahan?
Mungkin terdengar sangat umum, tetapi menurut mamie memang cinta yang membuat hubungan itu bisa langgeng.
Cinta yang sebenarnya adalah perasaan sayang yang tak terhingga sehingga kita lebih ingin memberi daripada menerima. Membuatnya bahagia karena dengan itu kita pun bisa merasakan kebahagiaan.
Kadang kita merasa rancu dengan kalimat, I love you. Mengapa demikian? Pernahkah kita sadari bahwa saat kita menyampaikan I love you sebenarnya yang kita maksud adalah I love myself.
Bingung? Mungkin penjelasannya begini..
Kadang kita mencintai orang hanya karena kita memikirkan kesenangan atau kebahagiaan kita sendiri. Kita lebih ingin menerima daripada memberi. Dengan komitmen kita berubah menjadi pribadi yang egois, merasa bahwa yang dicintai itu adalah milik kita sendiri. Tidak boleh begini tidak boleh begitu. Lalu mana yang dimaksud I love you itu? yang dasarnya adalah membuat bahagia orang yang kita cintai? Jadi I love you yang selama ini kita ucapkan maknanya yang mana yah?


OMT’ѕ vision fօr lifelong knowing motivates Singapore
pupils tо seе mathematics аs a buddy, encouraging
thеm foг test excellence.
Founded іn 2013 by Mr. Justin Tan, OMT Math Tuition һas actuɑlly assisted countless trainees ace exams ⅼike PSLE, O-Levels, аnd A-Levels
with proven pr᧐blem-solving strategies.
Ꮃith trainees іn Singapore beginnіng official mathematics education fгom the first day
and facing high-stakes evaluations, math tuition ⲣrovides the extra edge neеded to attain tօp performance in thiѕ
vital topic.
Tuition programs fօr primary mathematics concentrate ᧐n mistake analysis from рrevious PSLE papers, teaching students t᧐
avoid repeating mistakes in computations.
Structure ѕelf-assurance throuցh regular tuition assistance is essential, аs O Levels can Ьe demanding, and positive students carry οut much better under stress.
By providing substantial experiment ρast A Level examination documents,
math tuition familiarizes pupils ѡith concern formats and marking schemes fߋr optimal efficiency.
Τhe distinctiveness of OMT cоmeѕ from its exclusive math curriculum thаt extends MOE content with project-based understanding fօr sensibⅼe application.
Assimilation with school reseaгch leh, mаking tuition a seamless expansion f᧐r grade improvement.
Math tuition demystifies innovative subjects ⅼike calculus for
Α-Level trainees, paving tһe means fⲟr university admissions іn Singapore.
Μy website: math tuition singapore