Sehari hari
October 15, 2023
El Nino
Uncategorized
March 10, 2023
Selamat Jalan kak Lily
Komunitas
February 25, 2023
Mungkin profesi terakhir dalam impian saya adalah jadi guru. Saya selalu membayangkan masa tua, jika diberi umur panjang, saya akan tinggal di desa nelayan dan mengajar anak-anak di sana semua ilmu yang saya miliki. Saya selalu yakin, bahwa ada kecenderungan dalam diri yang menjadi daya tarik kesempatan-kesempatan menuju ke arah itu. Salah satu alasan kenapa kita diminta untuk menetapkan impian. Hari Sabtu lalu, dengan ajakan Dinda rekan kantor, saya akhirnya menjejakkan kaki di Ancol. Tempat…
Kaget juga dapat telpon dari seorang sahabat. Anaknya yang baru kuliah di Bina Nusantara menabrak sepasang pengendara motor. Sebenarnya dia tidak sendiri di Jakarta. Tetapi tantenya lagi berada di luar kota, dan saya yang paling dekat dengan tempat kosannya. “Saya tantenya pak!”, tiba-tiba saja saya menyematkan status keluarga karena dibutuhkan untuk berbicara kepada keluarga korban. Satu yang harus dilakukan saat mendapat musibah seperti ini adalah menunjukkan itikad baik. Siapa pun yang salah, bagaimanapun kejadiannya. Korban…
Semoga lirik ini menginspirasi, seperti dia mengispirasi pagiku.. Survivor :3 I’ll never know what brought me here, As if somebody led my hand, It seems I hardly had to steer, My course was planned. And destiny it guides us all, And by it’s hand we rise and fall, But only for a moment, Time enough to catch our breath again. *and we’re just another piece of the puzzle, Just another part of the plan, How…
Ini kali kedua saya ke Pulau Pinang, atau lebih dikenal dengan Penang. Dengan penerbangan AirAsia, kita bisa langsung dari Jakarta. Tujuannya sama, berobat. Setelah jantung mama dipasang stent (ring) dua bulan lalu, waktu untuk check-up tiba juga. Karena semua saudara sedang punya tugas, saya yang paling memungkinkan menemani mama. Kali kedua ini, alhamdulillah semua proses lancar. Yang lebih menyenangkan lagi mendengar kabar dari dokter bahwa mama agak mendingan dari sebelumnya. Kali ini juga kunjungan lebih singkat.…
Wajar saja jika seorang teman ingin melihat temannya bahagia. Begitupun teman saya yang satu ini. Melalui Blackberry Messenger dia menyempatkan diri untuk sebuah percakapan persuasif. Sebenarnya menyangkut SARA. Tetapi saya maklum, semua orang pasti mengatakan kecapnya adalah kecap nomor satu. Padahal kecap nomor satu tergantung dari orang yang bisa merasakan nikmatnya. “Kamu buka jilbab saja, nanti saya kenalin kamu dengan teman suami saya yang kaya!” Saya tertawa dalam hati. Berada di lingkungan yang berbeda memang…