Sehari hari
October 15, 2023
El Nino
Uncategorized
March 10, 2023
Selamat Jalan kak Lily
Komunitas
February 25, 2023
Hidup ini memang tidak terlepas dari berpindah, berpindah dan berpindah… Sama seperti blog saya ini, akhirnya saya harus mengatur kembali pindah-pindahannya. Hampir dua bulan saya vakum, tidak menulis karena mood nya jadi terpengaruh. Domain, alwaysmamie.com sudah diambil sama orang lain. Alasannya sepele, ketidak pedulian. Saya selalu mengatakan.. nanti..nanti.. Lagipula saya selalu berharap kepada orang lain, padahal Daeng Taqdir itu urusannya banyak juga. Dentaq yang selama ini dengan senang hati tanpa keluh kesah memelihara “rumah” saya…
Pernah nggak kamu merasa malasnya minta ampun. Mau apa saja badan ini terasa berat digerakkan. Sudah mencoba mencari-cari pemicu semangat tetapi tetap tidak berhasil. Mood ini sangat bisa mempengaruhi performa kita. Yang ke kantor biasanya jam 9 sekarang jadi jam 11 siang.. ups. Molor banget kan.. belum lagi kerjaan yang punya deadline pasti beratnya minta ampun. Karena saya sudah hopeless tidak bisa mencari dalam diri pemicu semangat saya akhirnya saya coba browsing di internet. Tadaaaa… dapat…
Malam ini sudah kali kedua saya kesulitan pulang ke kosan. Janjian dengan teman di Plasa Semanggi batal karena hujan. Saya sudah terlanjur di Mall yang katanya tempat yang paling strategis untuk ketemuan. Semuanya karena hujan. Kok bisa? Iyah, sekarang Jakarta memang jadi lebih kejam jika hujan. Siapapun takluk. Sebentar saja hujan turun, air sudah tergenang dimana-mana. Akses jadi terbatas. Kita bisa saja tiba-tiba terkepung banjir tanpa tahu cara untuk keluar dari daerah itu. Taksi pun…
Memang sih ini karena saya tidak bisa mengontrol nafsu. Begitu liat kol yang crunchy dengan sambel terasi yang mantap, lupalah saya dengan sakit maag yang selama ini gak pernah ngamuk. Hasilnya, pulang kantor saya harus diantar dengan Apran, teman sekantor padahal kantor dan kosan cuma berjarak sekitar 400 meter. Itu karena perut melilit, kembung dan sakitnya minta ampun. Begitu mendarat di tempat tidur mata pun tertutup.. ketiduran Bangunnya jam 11 malam, bakal begadang nih.. pikirku.…
Willy Wonka terkaget-kaget, dia tidak menyangka Charlie, si anak kecil yang miskin itu menolak warisannya berupa pabrik coklat yang besar dan sukses, hanya karena keluarganya tidak diperkenankan untuk ikut. Willy Wongka merasa selama ini dia seorang yang sukses tiba-tiba merasakan hatinya yang tidak nyaman karena penolakan itu rupanya berpengaruh dengan rasa coklat yang dia hasilkan. Mengapa Charlie lebih memilih keluarganya dari pada coklat yang bisa dimakan setiap saat, kekayaan dan kemakmuran. Rupanya semiskin apa pun…