• Uncategorized

    Sensasi Makan di Penjara

    Mau di penjara? Naudzubillah.. Tapi kalau mau mencoba sensasi makan di penjara, ada di Plaza Semanggi  tepatnya di lantai 3A, area food court, sajian khas  nuansa suram ini dapat ditemui di sana. Tak usah takut, sipirnya manis-manis dan ramah. Untuk pilihan makan juga beragam. Menilik dari pemilik makanan yang disajikan khas bernuansa tionghoa peranakan. Pemiliknya masih muda, dan restaurant dengan nuansa ini ternyata sudah ada di beberapa tempat di Jakarta bahkan sudah sampai di Jogjakarta. Pengen menguji selera makan dengan suasana creepy ini, silahkan datang saja mencobanya .              

  • Uncategorized

    Rasa Penasaran yang Bisa Jadi Masalah

    Internet membuat manusia terkoneksi dengan mudah. Tidak perlu lagi bertatapan muka untuk bisa berkenalan, hampir semua bahan untuk mengenal seseorang bisa diperoleh dengan mudah.  Aplikasi-aplikasi sosial media bertebaran. Manusia memang mahluk sosial, sekarang wadah tak terbatas ruang dan waktu sudah ada di hadapan, cukup dengan laptop atau gadget kita bisa bersosialisasi dengan mudahnya. Informasi,  opini bahkan curhatan di sosial media dapat membuat gambaran umum tentang seseorang. Mesin pencari Google pun dengan mudah membantu menjejaki pribadi seseorang. Terpaparnya informasi, membuat keingintahuan menjadi semakin tinggi. Kejadian di sekitar kita, orang yang kita kenal, bahkan teman dekat pun seakan tidak afdol jika tidak mengintip sosial medianya. Istilah stalking sudah jadi istilah umum yang…

  • Uncategorized

    Hormat itu Kini Terkikis

    Kolom tradisi di Kompas hari ini, tanggal 25 Oktober 2013 berjudul unik. “Gelas Besar untuk “Pembesar””. Sekilas kisah tentang tradisi yang ada pada sebagian orang Bugis-Makassar. Hirarki sosial yang tercermin di meja makan. Siapa yang mendapatkan jatah piring dan gelas besar, dialah “orang besar”. Tulisan dari Budi Suwarna dan Aswin Rizal Harahap ini membuat saya kembali memetik serpihan-serpihan masa lalu, keadaan masa kini dan membandingkannya. Memang benar yang diceritakan oleh para penulis. Kita bisa melihat siapa pemimpin dari suatu kumpulan sosial saat kita makan bersama. Meskipun saya bukan murni lagi keturunan Bugis Makassar, tetapi tradisi ini pun berlaku di keluarga. Walaupun piring makan sama, Gelas besar jelas sekali itu punya…

  • Uncategorized

    Tips dan Trik Milih Ojek

    Di kota mana pun sekarang ojek bukan barang asing. Selalu menjadi alternatif angkutan jika pemerintah daerah tidak sadar pentingnya angkutan umum untuk masyarakat. Sejak mengais rejeki di ibukota, ojek sudah bagian dari alternatif angkutan saya. Bahkan pernah saya harus menyuruh berhenti sopir kantor dan berganti ojek karena macet yang hanya bisa dijelajahi oleh motor. Dengan dasar pengalaman saya ini, saya ingin membagikan sedikit tips dan trik  cara memilih ojek yang baik (bukan yang cakep yah). Berikut silahkan di simak 1. Pilih Tukang Ojek yang Setengah Baya Tukang ojek yang berumur memang lebih hati-hati, tetapi saking hati-hatinya kita siap-siap saja diserempet. Belum lagi kalau sudah sedikit tremor, bisa bisa kita susah…

  • Uncategorized

    Terus Berjuang Pemimpinku

    Saya tahu saya agak melawan arus. Sekarang ini, dimana anak-anak di sekitar saya saling berlomba mengenal teknologi terkini, menenteng gawai terbaru dan bersama-sama keluarga makan di restauran mahal. Saya malah memilihkan anak saya untuk hidup sederhana, menjadi santri di luar pulau kelahirannya. Menjadi single parent itu memang berat, sama rasanya seperti menelan pahit asumsi teman-teman tentang teganya saya membiarkan anak saya sendiri dan membiarkan diri saya sendiri berjuang untuk memenuhi kebutuhan mereka, saya tidak pernah berpikir untuk mundur. Anak saya harus bisa belajar mandiri. Memimpin diri sendiri yang utama agar bisa menjadi pemimpin untuk orang lain.Keyakinan ini yang membuat saya tetap pada rencana awal, menjadikan mereka santri. Keadaan sekarang memang…

  • Uncategorized

    Dukungan Blogger untuk PLN

      Siapa yang tidak pernah berurusan dengan listrik? Keseharian kita sudah tidak bisa terlepas dengan bentuk energi ini. Apalagi di era teknologi sekarang, listrik sudah menjadi yang utama dalam pemenuhan kebutuhan kita sehari-hari. PLN, satu-satunya perusahaan listrik negara, mungkin saja pernah memiliki kesan buruk. Menjadi satu satunya  dan sangat dibutuhkan kadang bisa tiba-tiba menjadi mahal dan sulit untuk diperoleh. Untuk mendapatkan meteran listrik sangatlah sulit. “Kita harus kenal orang PLN yang bisa bantu,” begitu kata teman sekantor bagian engineering tempat saya bekerja. Apa boleh buat, saya tidak punya pilihan lain. Membayar “duit pelicin” mau gak mau saya lakukan. Dan saya tidak pernah tahu apa teman saya benar-benar menyerahkan ke orang PLN…

  • Uncategorized

    Tampil Cantik di Keseharian

    Keseharian saya sebagai pegawai membuat saya harus maksimal dalam berpenampilan. Selain untuk menambah kepercayaan diri, tampil cantik dan menarik juga merupakan penghargaan kita kepada orang lain yang kita temui. Pengalaman bekerja di hotel membuat saya harus berpenampilan cantik dan rapih, apalagi saya ditempatkan di business center, tempat para tamu hotel yang  jika membutuhkan layanan administrasi. Kebiasaan “dandan” akhirnya berlanjut dari sekarang. Sebelumnya saya tidak terlalu memperhatikan hal itu, yang penting nyaman saja, pikirku. Namun lama kelamaan saya merasa terasing dari lingkungan kerja saya. Apalagi teman-teman berpenampilan lumayan “berlebihan” menurutku dengan warna warni yang penuh di wajah. Karena kesadaran akan kebutuhan untuk tampil menarik saya akhirnya belajar sendiri. Mencoba mencari referensi…

  • Uncategorized

    Butuh Cara Pintar untuk Sebuah Keinginan

    Rasa keingintahuan saya tinggi. Selalu saja ingin belajar hal-hal yang baru. Sebenarnya salah satu alasan juga karena saya tidak ingin jadi orang yang melongo saat di sekeliling saya berbicara tentang topik tertentu. Di CV saya memang tertera pengalaman lebih dari 10 tahun berada di department keuangan dan akunting. Namun terus terang kesarjanaan sastra saya memang sama sekali tidak ada hubungannya. Saya belajar dari pengalaman, merangkai satu demi satu kasus yang ada. Apalagi soal pajak, keberadaan konsultan di kantor dulu membuat saya tidak terlalu fokus ke bagian itu. Tetapi karena laporan keuangan tidak terlepas dari pajak akhirnya saya berniat menambah ilmu juga. Saya selalu berpikir bahwa saya punya banyak waktu luang.…

  • Uncategorized

    Indonesia, Mari Mengajar

    Mungkin profesi terakhir dalam impian saya adalah jadi guru. Saya selalu membayangkan masa tua, jika diberi umur panjang, saya akan tinggal di desa nelayan dan mengajar anak-anak di sana semua ilmu yang saya miliki. Saya selalu yakin, bahwa ada kecenderungan dalam diri yang menjadi daya tarik kesempatan-kesempatan menuju ke arah itu. Salah satu alasan kenapa kita diminta untuk menetapkan impian. Hari Sabtu lalu, dengan ajakan Dinda rekan kantor, saya akhirnya menjejakkan kaki di Ancol. Tempat dilaksanakannya Festival Gerakan Indonesia Mengajar. Walaupun saya sedikit keliru dengan jadwal, tetapi saya bisa tiba di tempat hampir bersamaan dengan Dinda. Dari halte busway, menurut petugas di sana ecopark lumayan jauh. Karena kuatir telat akhirnya…

  • Uncategorized

    Tidak Ada Kata Cukup untuk Waspada

    Kaget juga dapat telpon dari seorang sahabat. Anaknya yang baru kuliah di Bina Nusantara menabrak sepasang pengendara motor. Sebenarnya dia tidak sendiri di Jakarta. Tetapi tantenya lagi berada di luar kota, dan saya yang paling dekat dengan tempat kosannya. “Saya tantenya pak!”, tiba-tiba saja saya menyematkan status keluarga karena dibutuhkan untuk berbicara kepada keluarga korban. Satu yang harus dilakukan saat mendapat musibah seperti ini adalah menunjukkan itikad baik. Siapa pun yang salah, bagaimanapun kejadiannya. Korban adalah pengendara motor. Si manis Julia mungkin tidak memikirkan resiko meminjamkan mobil kepada temannya untuk dikendarai. Tetapi saya yakin kali ini dia mendapat pelajaran yang mahal. Apalagi yang namanya tabrakan dengan motor, bagaimanapun itu mobil…