• Politik,  Renungan

    Keterbukaan yang Mendewasakan

    “Dulu saya kalau dah dibilang kristen atau china, pasti sudah siap saja ngumpul mau berkelahi bu”   Itu kata pak Arif, supir kantor saat saya dalam perjalanan ke Bandara untuk melaksanakan tugas kantor. Rasis juga nih pikir ku. Saya selalu ngeri sama orang rasis, apalagi sebelumnya saya termasuk memenuhi kriteria yang dikatakannya itu. Dulu juga saya korban pengganyangan pak, masih ingat saya waktu pintu dan jendela di rumah di Makassar itu pecah karena dilempari batu dari luar oleh orang orang yang sedang bergerombol dan meneriakkan kata kata yang membuat saya menyesal telah mendengarnya, menghasut yang lain dan memprovokasi mengajak untuk turut bersama. Waktu itu saya masih kecil dan dilingkupi dengan rasa…

  • Renungan,  Sehari hari

    Tentang Karma

    Ngeri rasanya kalau kejadian berkenaan dengan karma itu terjadi di depan mata, yang ada langsung berdoa dalam hati semoga saya selalu dijaga dari niat menyakiti orang lain dengan sengaja “Orangnya tidak bisa kerja, cuma tau berbicara saja tidak ada kerjaannya yang jadi”. Itu salah satu kalimat yang saya masih ingat ketika seseorang menceritakan tentang staff yang tidak perform. Saya juga heran, selama saya bekerja sama saya tidak merasa sesuatu yang aneh. Mungkin saja adaptasi terhadap orang baru dan lingkungan yang baru bisa jadi berpengaruh. Tetapi seharusnya kita bisa melihat kinerja seseorang tidak pada satu rentang waktu saja, tetapi secara keseluruhan. Belum lagi tentang kecurigaan sehingga orang yang dimaksud menjadi terkucilkan.…

  • Renungan

    Terus Bergerak!

    Ini tentang refleksi diri sendiri. Saya menyadari, belajar yang dianjurkan dalam hidup adalah bukan hanya menyangkut lingkungan kita atau orang lain. Yang paling utama bagi saya adalah mempelajari diri sendiri. Kejadian di luar diri termasuk keadaan dan sikap orang lain terhadap sesuatu adalah materi untuk mempelajari diri sendiri. The best journey is the journey within. Pencerahan menjadi proses yang menyenangkan dalam diri. Saya termasuk orang yang paling suka melihat, mendengar kemudian diam dan berpikir. Baru-baru ini saya sungguh merasa sangat sibuk, seakan bernapas pun saya sulit mencari waktu apalagi untuk tidur dan rileks. Kerjaan tiba-tiba menumpuk untuk diselesaikan, urusan keluarga juga. Semua membutuhkan energi yang tidak sedikit. Tiba pada saatnya…

  • Nonton,  Renungan,  Sehari hari

    Semut yang Kacau

    Saya agak kuatir, film The ANT-MAN yang heboh itu mungkin tidak akan sempat saya tonton. Kesibukan serta masih banyak prioritas dari daftar yang saya buat membuat saya menempatkan posisi menonton pada posisi opsional, jika ada waktu. Beruntung saya masih bisa berjodoh, di Lotte-Ciputra ternyata film ini masih diputar. Diantara judul film Mission Impossible yang main di 5 studio sekaligus, film ini masih tertera di layar, walaupun hanya diputar 3 kali dalam sehari. Saya sebenarnya enggan menonton film bertema serangga. Entah kenapa setiap melihat gambar atau menonton film yang bertema mahluk kecil ini, rasanya badan jadi gatal bukan main. Deretan kursi tidak terisi penuh, ini membuat saya leluasa memilih tempat duduk…

  • Motivasi,  Renungan

    Hidup itu Menyakitkan dan Penuh Penderitaan

    Hidup itu menyakitkan dan penuh penderitaan! Terkesan pesimis? negatif? Tapi menurutku memang begitulah keadaannya. Khayalan tentang hidup yang menyenangkan dan tanpa rasa sakit sebenarnya itu menjauhkan diri dari kenyataan. Tapi apakah kita jadi menyerah? Tidak! Saya perlu menyadari sakit dan rasa derita agar tidak perlu berusaha untuk mengalihkannya atau bahkan mengubahnya menjadi kebahagiaan sempurna. Jika saya berusaha demikian, saya akan stress, merasa harus melakukan sesuatu untuk mengubah kenyataan yang kadang di luar batas kemampuan kita. Pernyataan hidup ini menyakitkan dan penuh penderitaan hanya untuk menerbitkan kesadaran bahwa “Life is tough, so deal with it.” Kita dengan tidak sengaja menciptakan keadaan yang lebih menyakitkan dengan menghindari perasaan tidak menyenangkan ini. Padahal kita sadar…

  • Motivasi,  Renungan,  Sehari hari

    Jualan Bakso atau Jualan Mobil

    Ada cerita menarik yang saya dengar dari sahabat, orang terdekat saya. Dalam dunia kerja memang terisi oleh bermacam-macam niat, karakter, perilaku, dan sebagainya. Semakin lama kita berada dalam dunia ini semakin banyak juga yang bisa kita pelajari. Apakah itu menjadi bahan untuk menghadapi situasi atau bisa jadi menjadi bahan refleksi diri. Ini seperti orang yang jualan bakso dan jualan mobil, katanya. Saya sempat bingung, apa ya maksudnya? Pernah gak memperhatikan bagaimana tukang bakso menarik perhatian sekampung agar semua orang menyadari kehadirannya? iya, benar. Rata-rata dari mereka menciptakan bunyi dari mangkuk dan sendok besi yang dimilikinya. Belum cukup dengan itu, kadang disertai juga dengan teriakan. Bakso…bakso… Lalu bagaimana dengan pedagang mobil?…

  • Motivasi,  Renungan

    Kaku atau Lentur!

    Tidak semua orang suka kota yang penuh hiruk pikuk seperti Jakarta. Saya pun demikian awalnya. Setiap akan ke ibu kota beberapa tahun lalu hati saya terasa berat, malas rasanya. Lalu kenapa sekarang saya menyukainya? Bahkan tawaran untuk balik ke kampung halaman sudah disampaikan tetapi saya kecenderungan saya tetap ke ibu kota yang penuh cahaya ini. Mungkin adaptasi saya selama hampir 4 tahun ini berjalan mulus. Nampaknya… Saya merasa orang yang bisa survive di Jakarta adalah orang yang sudah ditempa dengan keadaan yang memang keras. Bentukan pribadi menjadi lebih jelas. Dari matahari terbit sampai terbenamnya, tidak ada kata “santai”. Bahkan untuk jalan kaki sekali pun, harus tetap waspada dengan trotoar yang dipenuhi…

  • Politik,  Renungan,  Sehari hari

    Ikutan Rusuh!

    Huh! rusuh gara gara pertikaian Gubernur DKI dan Politisi di DPRD DKI mengenai aggaran ini rupanya menjalar juga ke group pertemanan saya. Saya suka Ahok, saya menggambarkan dirinya sebagai sosok kesatria yang tidak takut mati, berjuang membela rakyat dan berani dengan segala konsekwensinya. Sangat susah mendapatkan pemimpin daerah seperti itu sekarang. Tetapi saya juga melihat hal-hal yang perlu diperbaiki. Beliau masih sering terbawa arus, yang sebenarnya mungkin dibuat sengaja oleh lawannya agar dia terpancing amarah, dan bertindak ceroboh sehingga dia dengan mudah diserang. Saya tidak suka beberapa anggota DPRD yang kelihatan tidak ingin menyelesaikan masalah, apa kemungkinannya karena masalah itu mereka yang buat sendiri? Mana tahu. Saya cuma tidak suka dengan…

  • Renungan

    Lagi, Tentang Kursi Kereta

    Saya berpikir dalam, membayangkan bagaimana seandainya dunia kiamat? Semua orang berebutan untuk bisa selamat, sampai tidak peduli dengan yang lain. Sama seperti berebutan naik ke commuter line, bahkan malaikat yang mau turun saja kita sikut. Mungkin saja… Pikiran yang didasari oleh ketidak mengertian. Seberapa penting kursi kosong di kereta api bekas hibahan negeri sakura ini. Mungkin karena made in Japan yang lebih empuk dari pada buatan negeri sendiri. Sangat berbeda dengan negeri asalnya. Kursi yang seharusnya pensiun, bahkan menjadi rebutan. Di sana bahkan orang segan untuk duduk sementara masih ada orang yang membutuhkan dan mereka masih berdiri. Tutup mata, berpura-pura tidur, itu salah satu trik untuk menghilangkan kesadaran dengan sengaja…