• Uncategorized

    Kejamnya (hujan) Ibukota

    Malam ini sudah kali kedua saya kesulitan pulang ke kosan. Janjian dengan teman di Plasa Semanggi batal karena hujan. Saya sudah terlanjur di Mall yang katanya tempat yang paling strategis untuk ketemuan. Semuanya karena hujan. Kok bisa? Iyah, sekarang Jakarta memang jadi lebih kejam jika hujan. Siapapun takluk. Sebentar saja hujan turun, air sudah tergenang dimana-mana. Akses jadi terbatas. Kita bisa saja tiba-tiba terkepung banjir tanpa tahu cara untuk keluar dari daerah itu. Taksi pun memilih-milih penumpang. Tunggu setengah jam lagi bu biar airnya surut. Kata supir taksi menolak ketika saya meminta diantar ke Mall Ambassador. Iya kalau gak hujan lagi, pikirku. Jam 10 malam adalah waktu para pekerja pulang.…

  • Uncategorized

    Jengkelnya Saya Pagi ini

    Memang sih ini karena saya tidak bisa mengontrol nafsu. Begitu liat kol yang crunchy dengan sambel terasi yang mantap, lupalah saya dengan sakit maag yang selama ini gak pernah ngamuk. Hasilnya, pulang kantor saya harus diantar dengan Apran, teman sekantor padahal kantor dan kosan cuma berjarak sekitar 400 meter. Itu karena perut melilit, kembung dan sakitnya minta ampun. Begitu mendarat di tempat tidur mata pun tertutup.. ketiduran Bangunnya jam 11 malam, bakal begadang nih.. pikirku. Memang benar saya akhirnya begadang tetapi bukan karena tidurnya yang awal tetapi bolak balik ke toilet karena perut yang masih mules dan kembung.

  • Uncategorized

    Coklat dan Keluarga

    Willy Wonka terkaget-kaget, dia tidak menyangka Charlie, si anak kecil yang miskin itu menolak warisannya berupa pabrik coklat yang besar dan sukses, hanya karena keluarganya tidak diperkenankan untuk ikut. Willy Wongka merasa selama ini dia seorang yang sukses tiba-tiba merasakan hatinya yang tidak nyaman karena penolakan itu rupanya berpengaruh dengan rasa coklat yang dia hasilkan. Mengapa Charlie lebih memilih keluarganya dari pada coklat yang bisa dimakan setiap saat, kekayaan dan kemakmuran. Rupanya semiskin apa pun Charlie, keluarganya senantiasa berada di dekatnya.  Dan itu yang membuat nyaman. Merenung deh gara-gara film Charlie and The Chocolate Factory ini. Film lama tapi baru saja diputar di HBO bulan ini. Apalagi yang main Johny…

  • Uncategorized

    Social Media Amankah?

    Bayi-bayi dan anak-anak yang lucu bertebaran di social media. Awalnya mungkin kita cuma ingin berbagi kebahagiaan, kebanggaan akan anak anak kita. Tapi apa kita sadar dengan bahaya yang mengintai? Semakin banyak informasi yang kita tebar semakin mudah bagi orang orang yang berniat jahat dengan kita. Beberapa kita bahkan tahu kasus kasus kriminal bermula melalui sosial media. Berapa banyak putri-putri kita yang dibodohi karena mereka tidak paham dan tertutup kepada kita. Dari yang menyamar sebagai dokter yang meminta untuk mengirimkan foto pribadi, sampai dengan pacaran dan pergi meninggalkan keluarga hanya untuk seseorang yang dikenal melalui media sosial saja. Saya pun kadang bertindak bodoh, karena keinginan untuk “pamer” atau “cari perhatian” keadaan…

  • Uncategorized

    Jika Kenyataan itu Semudah Perkataan

    Menurut kabar 40% anak-anak berbohong tentang perceraian orang tuanya. Dan seseorang memberikan pernyataan bahwa dengan begitu orang tua telah mendzolimi anaknya. Yah, kadang orang dengan pandai dan tanpa beban bisa menyatakan bahwa seseorang bersalah, seseorang dholim. Dia sudah bertindak dan mengambil wewenang dari Tuhan, memutuskan benar atau salah. Saya yakin tidak ada niat dari orang tua untuk menyakiti anaknya. Sangat disayangkan pada saat kita melihat dari sudut pandang yang berbeda, misalnya sang istri yang teraniaya fisik atau mental kemudian mengajukan perpisahan. Bisa saja itu malah dianjurkan untuk mencegah hal yang lebih buruk terjadi. Dan bisa saja dianggap bodoh jika bertahan dengan keadaan tersebut. Orang di luar dari diri kita memang…

  • Uncategorized

    Masih amankah Indonesia?

    Tak terduga bertemu seorang turis yang tidak nampak seperti turis. Berwajah Asia, berkulit putih mirip saudara-saudara kita di Sulawesi Utara. David Pangan, dia baru tau bahwa nama keluarganya punya arti penting dalam hidup bangsa Indonesia. Melakukan perjalanan singkat ke Indonesia dengan tujuan Jogjakarta saat akhir Minggu. Mungkin merupakan salah satu perjalanan yang berkesan yang tak bisa dilupakan. “How much is it?” Kalimat yang membuat saya menoleh ke arahnya. Apa orang ini lagi show off yah? Sama pedagang angkringan kopi joss di Jogja ini. Kenapa harus berbahasa Inggris. Tapi itulah awal yang membuka komunikasi saya dengan dia. Tak bisa berbahasa Indonesia, dia nekat jalan-jalan seorang diri ke Jogja tujuannya adalah Candi…

  • Uncategorized

    Ganti Themes, Suasana Baru

    Setelah saya lama menjadi penggemar themes blog dari FabThemes.com akhirnya saya berbalik kembali ke asal dulu. Themes asli dari wordpress. Saya memang bukan penulis sejati, masih terpengaruh dengan suasana dan mood. Apalagi dengan themes, jika saya agak sulit menulis jika themesnya tidak berubah, lucu yah.. Tapi perubahan itu memang membuat kita lebih bersemangat, kali ini saya memilih themes yang sederhana lebih ringan dan dengan nuansa lembut. Hitung-hitung menyambut tahun baru 2014. Semoga semangat menulisnya semakin terpacu, semangat berbagi semakin meningkat 😀  

  • Uncategorized

    Kalau Mengucapkan Selamat Dilarang, Saya Gimana?

    Sampai sekarang saya tidak mengerti dan tidak berusaha untuk mengerti tentang jalan hidup. Apa yang terjadi dalam hidup saya, saya jalani dengan seikhlasnya, dan dengan lapang hati. Bagi saya kebenaran itu adalah kenyataan yang ada di depan mata. Sama seperti saya tidak mengerti kenapa saya bisa berbeda dengan saudara-saudara saya yang lain. Memeluk agama yang berbeda dalam lingkungan keluarga bukan hal yang mudah, alhamdulillah keluarga saya menghargai pilihan saya. Saya malah sempat berpikir apakah karena saya dilahirkan hari Jumat tepat di saat adzan berkumandang, atau karena neneksaya yang asli Makassar memang memeluk agama Islam, sehingga saya bisa memeluk agama yang berbeda dari saudara saya? entahlah.. Yang pasti masalah keyakinan adalah…

  • Uncategorized

    Anonimitas, Bebas atau Lepas?

    Jilbab hitam tiba-tiba tenar, tulisan yang dimuat di kompasiana langsung membuat heboh. Tulisan yang diberi judul “Tempo dan KataData memeras Bank Mandiri dalam Kasus SKK Migas?” menyangkutkan beberapa nama dan media-media besar tentang praktek “pesanan” dan “pemerasan” dalam menuliskan berita. Siapa jilbab hitam ini? Mengapa dia menggunakan anonym, bagaimana kompasiana menanggapi tulisan ini? Apakah penghapusan tulisan tersebut dianggap mengekang kebebasan bersuara? Apakah ada sanksi hukum? Begitu kira-kira isi diskusi “Anonimitas dalam Kebebasan Berpendapat” yang diadakan di Kafe Tjikini, hari Senin tanggal 18 Nopember yang lalu. Adalah Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet) yang memprakarsai jalannya diskusi ini. Dihadiri oleh beberapa narasumber yang kompoten di bidangnya diskusi ini informatif dan…

  • Uncategorized

    Selamat Ulang Tahun Kota Makassar

    Hampir 40 tahun saya melalui hidup di Makassar. Kota pesisir yang terkenal dengan kulinernya yang khas. Masa kecil saya lewati tanpa pernah berpikir akan meninggalkan kota kelahiran saya ini. Ruang dalam pikiran saya waktu itu sangat kecil. Lingkungan saya cuma berada di lingkup kecamatan Bontoala, Keseharian saya tidak pernah jauh dari rumah tempat tinggal saya. Sekarang, gambaran dunia di kepala saya semakin luas. Sudah banyak pembading kota-kota yang pernah  saya kunjungi. Makassar pun berbenah di sana sini dan sepertinya bergerak searah dengan kota-kota besar lainnya. Memang tidaklah mudah menghalau serangan globalisasi dan modernisasi. Jargon Makassar Kota Dunia menanti penuh harap. Dan sepertinya perlahan tapi pasti menghapus dunia kecil saya. Saya…