• Renungan,  Sehari hari

    Doktrin Agama dalam Kehidupan Saya

    Saya tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan yang terjadi di Sibolga, Sumatera Utara beberapa hari yang lalu. Seorang ibu dan anak-anaknya berada dalam kepungan polisi yang berusaha membujuknya untuk menyerahkan diri. Dia bukan sumber dari permasalahan yang terjadi. Menjadi bagian dari keadaan tersebut mungkin takdirnya. Mungkin juga adalah jalan yang dipilihnya. Saya sedih membayangkan bagaimana anak-anaknya yang tidak mengerti pun ikut sebagai korban akibat keputusan ibunya. Mungkin saat itu tidak ada lagi pikiran jernih. Atau mungkin bagi istri terduga teroris ini malahan itulah pikiran yang sejernih-jernihnya, karena kabar yang terkini yang beredar adalah dia sudah menjadi ahli dalam membuat bahan peledak, dan meyakini bahwa bom bunuh diri adalah jalan yang tercepat…

  • Kerja,  Motivasi,  Sehari hari

    Dua Kata yang Paling Saya Benci

    Pernahkah merasa sangat benci dengan kata-kata tertentu? Mungkin iya, misalnya kata yang bersifat umpatan atau makian. Walaupun saya dibesarkan dalam lingkungan pergaulan yang tidak terbatas, tidak berarti saya menerima semua perkataan orang lain atau bahkan mengadaptasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti ibu saya, beliau sangat suka mengumpat, mungkin itu dirasakan sebagai kesenangan bukan untuk umpatan yang mengutuk orang lain. Tetapi apapun maksudnya, kata yang diucapkan bagi saya sangat tidak menyenangkan. Saya bahkan mengatakan langsung ke ibu saya, cenderung bersifat mengingatkan bahwa itu kurang pantas. Tapi bukan kata umpatan yang ingin saya bahas di sini, tetapi kata yang sering sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari. Awalnya saya pun tidak menyadari kata-kata ini tidak…

  • Jalan Jalan,  Sehari hari

    Jika Peduli Matikan Handphone!

    Seberapa banyak sih kepedulian kita dengan keselamatan kita bersama? Dalam perjalan menuju ke Jogja baru-baru ini, saya jadinya harus mengomel dalam hati melihat seorang ibu yang sudah di atas lima puluh tahunan tetapi mungkin baru senang senangnya menggunakan gadget. Saat penerbangan di atas pesawat, mungkin karena bosan dia mengambil telepon pintarnya. Saya tepat duduk di bagian belakang sisi kanannya. Saya mulai berpikir, menyalakan telepon genggam pada saat pesawat mengudara mungkin akan memancarkan signal. Semoga bisa langsung dia mengubah ke mode pesawat. Tapi dugaan saya salah. Saya masih saja kepo dengan memperhatikan setiap gerak geriknya, dan benar saja, notifikasi WhatsApp di baris paling atas handphone-nya mulai mengganggu saya. Saya tidak menegur…

  • Kerja,  Sehari hari

    Kerja karena Rok Mini

    Sebenarnya kisah ini selalu diceritakan jika Bapak yang dulunya jadi pimpinan saya ini bertemu dengan orang lain. “Jadi dulu ya, kan dia nih di business center,” katanya sambil nunjuk ke saya. “Saya heran kenapa orang Jepangnya selalu saja ke ruangan itu, katanya untuk bantu mengurus administrasi sewaktu perusahaan baru mau didirikan. Begitu saya ke sana, wah ternyata ini penyebabnya, yang jaga pakai rok mini.” kata beliau sambil tertawa Dulu di hotel Sahid saya bekerja di bagian pengolahan data, tetapi karena dianggap masih bisa membantu di bagian lain akhirnya saya nyambi juga di business center. Dan itu memang kisah awal saya bertemu dengan pemilik perusahaan tempat dulu saya bekerja yang sekarang masih…

  • Renungan,  Sehari hari

    Tentang Karma

    Ngeri rasanya kalau kejadian berkenaan dengan karma itu terjadi di depan mata, yang ada langsung berdoa dalam hati semoga saya selalu dijaga dari niat menyakiti orang lain dengan sengaja “Orangnya tidak bisa kerja, cuma tau berbicara saja tidak ada kerjaannya yang jadi”. Itu salah satu kalimat yang saya masih ingat ketika seseorang menceritakan tentang staff yang tidak perform. Saya juga heran, selama saya bekerja sama saya tidak merasa sesuatu yang aneh. Mungkin saja adaptasi terhadap orang baru dan lingkungan yang baru bisa jadi berpengaruh. Tetapi seharusnya kita bisa melihat kinerja seseorang tidak pada satu rentang waktu saja, tetapi secara keseluruhan. Belum lagi tentang kecurigaan sehingga orang yang dimaksud menjadi terkucilkan.…

  • Nonton,  Sehari hari

    Nonton Konser Idola

    Bonjovi Live in Jakarta! 9 September 2015 sudah saya tandai jauh-jauh hari, tidak akan ada kegiatan lain selain menonton konser Bon Jovi. Sempat dilema saat membeli tiket dua bulan sebelumnya, saya harus pandai-pandai menakar keinginan dan kemampuan saya. Menonton di VIP jelas tidak mungkin, uang senilai tiga setengah juta rupiah bagi saya sangat besar untuk sekadar menonton seorang idola. Akhirnya saya memutuskan membeli tiket tribun, saya pikir di festival yang tidak ada tempat duduk selama pertunjukan sudah tidak cocok lagi di usia saya. Duduk di tribun atas Geloran Bung Karno dan menikmati ambiance dan euforia para penggemar Bon Jovi pasti terasa megah. Tiket akhirnya terbeli dengan harga lima ratus ribu ditambah…

  • Sehari hari

    Menyebar Kebencian

    Prihatin! hanya itu yang terlintas dalam pikiran ketika membaca status AK yang heboh di dunia maya. Saya mencari tau tentang yang bersangkutan. Masih muda dan harusnya menjadi muslim yang penuh kasih sayang. Pakaian muslim yang dikenakan tidak sesuai dengan ucapannya. Kenapa harus Cina? Saya keturunan China, bahkan generasi pertama yang ada di Indonesia karena almarhum ayah saya datang langsung sebagai salah satu manusia perahu dari China daratan. Saya tidak memungkiri ada sebagian dari warga keturunan yang membuat batasan dalam pergaulan. Pengalaman saya sewaktu masih bersekolah dan bergaul di masa kecil masih tergambar jelas. Begitu menyebut Inni ren (Orang Indonesia) kadang terasa merendahkan. Tapi entah karena saya lebih memilih beranggapan semua…

  • Keluarga,  Sehari hari

    Serasa Punya Anak Lagi

    Masih terheran-heran saya melihat tingkah laku anak-anak sekarang. Sangat berbeda dengan keadaan kita dulu. Saya masih ingat ketika saya mulai akrab dengan seseorang, mama langsung mendudukkan saya di hadapannya dan menegur ini itu. Merasa terhakimi langsung pada detik itu. Dan itu sangat kurang baik, karena melihat dari sisi pribadi, saya bukan orang yang suka ditegur lebih suka diberi pemahaman. Mengingat hal itu saya tidak ingin melakukan hal yang sama dan membuat anak saya merasakan hal yang sama. Zaman memang sudah berbeda, dulu untuk dekat sama seseorang saya di usia kuliah. Dimana saat itu teman-teman sudah memiliki pasangan, agak terlambat untuk ukuran masa itu. Dan itu juga yang membuat saya merasa…

  • Nonton,  Renungan,  Sehari hari

    Semut yang Kacau

    Saya agak kuatir, film The ANT-MAN yang heboh itu mungkin tidak akan sempat saya tonton. Kesibukan serta masih banyak prioritas dari daftar yang saya buat membuat saya menempatkan posisi menonton pada posisi opsional, jika ada waktu. Beruntung saya masih bisa berjodoh, di Lotte-Ciputra ternyata film ini masih diputar. Diantara judul film Mission Impossible yang main di 5 studio sekaligus, film ini masih tertera di layar, walaupun hanya diputar 3 kali dalam sehari. Saya sebenarnya enggan menonton film bertema serangga. Entah kenapa setiap melihat gambar atau menonton film yang bertema mahluk kecil ini, rasanya badan jadi gatal bukan main. Deretan kursi tidak terisi penuh, ini membuat saya leluasa memilih tempat duduk…