• Renungan

    Dirgahayu Kemerdekaan RI ke -75

    Hari ini Senin, bertepatan dengan peringatan ke-75 hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Di tengah suasana pandemi covid-19 yang sama sekali tidak terduga sebelumnya kita secara otomatis menyesuaikan dengan keadaan, jika ingin tetap sehat tentunya. Saya sudah hampir sebulan lebih di Jakarta. Bukannya tidak ingin pulang ke Makassar, kerjaan dan masih ada ketakutan saat naik pesawat di tengah pandemi membuat saya tidak berpikir untuk pulang dalam waktu dekat ini. Saya jadinya banyak melakukan aktivitas sendiri, menjadi rutin berolah raga ringan dan yoga juga makan makanan yang kata orang kota sehat. Walaupun sebenarnya makanan sehat itu ada di kampung, yang langsung dipetik dan diolah. Untuk pekerjaan karena tidak terpengaruh lagi dengan rutinitas waktu…

  • Renungan

    Rasisme di Sekeliling Saya

    Sejak kecil saya sudah sering mengalami bullyan soal ras. Saya terlahir half-blooded Chinese-=Makassar. Dari ayah saya mendapatkan marga dan dari ibu saya mendapatkan rasa kecintaan terhadap suku Makassar. Rasisme bukan sekadar soal asal-usul.  Agama pun menjadi salah satu unsur identitas yang sangat mempengaruhi perilaku orang terhadap sesama. Saya sebenarnya tidak yakin, bahwa kami semua sekeluarga pada dasarnya mendapatkan hidayah untuk bisa ikut menjadi umat Katolik di lingkungan kami. Tetapi sepertinya itu adalah salah satu cara untuk bisa diterima dalam lingkungan tertentu. Menjadi half-blooded sebenarnya tidak mudah. Kami seperti tidak bisa diterima di area manapun. Keluarga ayah yang merupakan keturunan murni dari China menganggap kami seperti orang luar, apa lagi kami…

  • Renungan,  Sehari hari

    Doktrin Agama dalam Kehidupan Saya

    Saya tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan yang terjadi di Sibolga, Sumatera Utara beberapa hari yang lalu. Seorang ibu dan anak-anaknya berada dalam kepungan polisi yang berusaha membujuknya untuk menyerahkan diri. Dia bukan sumber dari permasalahan yang terjadi. Menjadi bagian dari keadaan tersebut mungkin takdirnya. Mungkin juga adalah jalan yang dipilihnya. Saya sedih membayangkan bagaimana anak-anaknya yang tidak mengerti pun ikut sebagai korban akibat keputusan ibunya. Mungkin saat itu tidak ada lagi pikiran jernih. Atau mungkin bagi istri terduga teroris ini malahan itulah pikiran yang sejernih-jernihnya, karena kabar yang terkini yang beredar adalah dia sudah menjadi ahli dalam membuat bahan peledak, dan meyakini bahwa bom bunuh diri adalah jalan yang tercepat…

  • Renungan

    Be yourself

    Lady Gaga adalah bukan idola semua orang tapi apa yang telah diraihnya bisa memotivasi pribadi-pribadi yang lain dalam mengejar impian. Saya juga bukan penggemar fanatik Lady Gaga, tetapi beberapa karyanya sudah saya nikmati dan membuat hati saya menjadi riang, dia berhasil menghibur saya. Tetapi dia memang bukan artis biasa, terkadang apa yang dilakukannya sangat kontroversial. Khususnya dari cara dia berpakaian dan bersikap. Baginya aktualisasi diri itu tidak merupakan platform dari orang kebanyakan. Dan itulah yang membuat dia unik dan mudah untuk dikenali. Saya masih ingat ketika dia menjadi bahan olok-olokan saat berpenampilan di Sunday’s Super Bowl di Houston tahun 2017 silam. Tidak seperti artis kebanyakan, malam itu Lady Gaga tampil…

  • Renungan

    Pipit, semut yang di seberang lautan

    “Saya jengkel sekali sama Pipit ini, merapat terus ke Ahok”, isi chat seorang teman di WAG setelah salah seorang teman lainnya memasukkan foto Ahok bersama keluarganya. Di foto itu juga terlihat Pipit, yang kabarnya adalah calon istri Ahok, berdiri dengan senyum manis di sisinya. “Bajunya tidak pantas, belahan dadanya sampai kelihatan bukannya menjaga aurat itu penting?”, timpal yang lain Saya tersenyum dan mencoba maklum. Begitulah perasaan wanita secara umum jika mendapatkan kabar mengenai adanya pengganti atau  bahkan orang ketiga dari pasangan yang dulunya dipercaya adalah pasangan harmonis. Ahok dan ibu Veronika adalah pasangan serasi di masanya, masa semua orang terpukau dengan setiap kabar kegiatan yang dilakukan oleh mereka berdua sebagai…

  • Keluarga,  Renungan

    Gali Lubang Tutup Lubang

    Walau makan sederhana (Makan nasi sambal lalap) Walau baju sederhana (Asal menutup aurat) Walau makan sederhana Walau baju sederhana Walau serba sederhana Asal sehat jiwa raga Dan juga hutang tak punya Itulah orang yang kaya (hi-hu) Bela-belain cari di google search lirik bang Haji Rhoma nih, saya tahu ada lagu yang berjudul Gali Lobang Tutup Lobang, tapi baru kali ini menyimak liriknya. ~~~ Salah seorang teman ditimpa kemalangan, sepertinya kesulitan keuangan karena kondisi yang kemungkinannya besar pasak dari pada tiang. Yang menjadi masalah adalah kemalangan ini mulai merambah ke mana-mana.  Hampir semua orang yang dikenal dihubungi untuk dimintai pinjaman.  Awalnya saya bersimpati, tetapi rupanya perhatian yang diberikan itu tidak terbalas sesuai…

  • Jalan Jalan,  Motivasi,  Renungan

    Pahlawan bagiku

    Selama ini saya mengenal pahlawan yang dulu gambarnya terpampang di diding kelas saat mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar. Tugas kita adalah menghapal nama dan dari daerah mana pahlawan tersebut berasal dan berjuang hingga gugur demi untuk bangsa dan negara. Seperti pelajaran biasa, menghapal dan menunggu untuk bisa menjawab soal dalam ujian. Baru baru ini saya ke Ambon, Maluku. Seperti umumnya para pejalan kami singgah di spot-spot yang disediakan oleh pemerintah daerah untuk memperkenalkan daerahnya. Salah satu spot yang sangat berkesan bagi saya adalah Monumen pejuang Christina Martha Tiahahu. Terletak di daerah bukit Karang Panjang, di area monumen terdapat patung yang menurut saya sangat gagah untuk seorang wanita muda. Patung yang menghadap ke laut dengan…

  • Renungan

    Pilih 21 atau 27

    Tersebutlah kisah di suatu zaman, di suatu saat dua orang murid yang bertengkar hebat hanya karena mempermasalahkan 3 x 7 itu hasilnya berapa? Si murid A mengatakan sudah pasti 3 x 7 itu 21 karena itu yang dia pahami dan dia merasa benar sebenar benarnya. Si murid B mengatakan sudah pasti  3 x 7 itu 27 karena itu yang dia pahami dan dia merasa benar sebenar benarnya. Mereka bertengkar hebat, tidak ada yang mau mengalah karena keduanya merasa benar sebenar benarnya. Muncullah ide dari si A, “Bagaimana kalau kita tanyakan ke guru, karena guru pasti yang lebih tau yang mana yang benar”.  “Ayo!”, kata si B dengan yakinnya. Akhirnya mereka…

  • Kerja,  Renungan

    Kerja untuk Mahluk

    Pernah gak kita merasa hasil kerja kita tidak dihargai? Pernah gak kita merasa dijelek-jelekan terus dengan kerjaan yang dulu-dulu? Saya pikir di dunia kerja semua itu bisa terjadi. Jangankan pekerjaan yang tidak dilakukan dengan benar, yang sungguh-sungguh kita usahakan pun bisa dianggap tidak ada apa-apanya. Beberapa hari lalu saya tersinggung, karena perkataan salah seorang pimpinan saya. “Itulah kenapa saya tunjuk dia (seorang konsultan di luar dari management) untuk bisa menyelesaikan persoalan ini. Coba saja sudah berapa orang yang kerja …, … dan …. termasuk Lily, tidak ada yang selesai.” Nyessss.. hati ini rasanya gimana gitu, langsung deh rasanya galau tingkat tinggi. Saya tidak mau membela diri cuma saya merasa agak…

  • Motivasi,  Nonton,  Renungan

    Everest Puncak Kehidupan?

    Nonton film yang penuh pelajaran itu sangat berarti, apalagi jika didapat dari pengalaman orang lain tanpa harus mengalaminya sendiri Mendaki gunung? itu tidak ada dalam kamus saya. Selain takut ketinggian, saya malah menikmati gunung dari jarak pandang tertentu. Terakhir saya “mendaki” gunung Bromo dengan mobil hardtop, itu sudah membuat kenangan akan ketakutan yang tidak menyenangkan apalagi jika Gunung Everest. Gunung Fuji pun saya daki dengan menggunakan mobil, tidak ada struggle yang harus melibatkan fisik, malah saya menikmatinya dengan mendengarkan lagu dari Matsuyama Chiharu yang sangat pas dengan suasana musim gugur waktu itu. Everest memang adalah titik tertinggi dari daratan yang ada di dunia. Tinggi gunung ini adalah sekitar 8.850 meter,…