• Kerja,  Motivasi,  Sehari hari

    Dua Kata yang Paling Saya Benci

    Pernahkah merasa sangat benci dengan kata-kata tertentu? Mungkin iya, misalnya kata yang bersifat umpatan atau makian. Walaupun saya dibesarkan dalam lingkungan pergaulan yang tidak terbatas, tidak berarti saya menerima semua perkataan orang lain atau bahkan mengadaptasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Seperti ibu saya, beliau sangat suka mengumpat, mungkin itu dirasakan sebagai kesenangan bukan untuk umpatan yang mengutuk orang lain. Tetapi apapun maksudnya, kata yang diucapkan bagi saya sangat tidak menyenangkan. Saya bahkan mengatakan langsung ke ibu saya, cenderung bersifat mengingatkan bahwa itu kurang pantas. Tapi bukan kata umpatan yang ingin saya bahas di sini, tetapi kata yang sering sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari. Awalnya saya pun tidak menyadari kata-kata ini tidak…

  • Jalan Jalan,  Motivasi,  Renungan

    Pahlawan bagiku

    Selama ini saya mengenal pahlawan yang dulu gambarnya terpampang di diding kelas saat mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar. Tugas kita adalah menghapal nama dan dari daerah mana pahlawan tersebut berasal dan berjuang hingga gugur demi untuk bangsa dan negara. Seperti pelajaran biasa, menghapal dan menunggu untuk bisa menjawab soal dalam ujian. Baru baru ini saya ke Ambon, Maluku. Seperti umumnya para pejalan kami singgah di spot-spot yang disediakan oleh pemerintah daerah untuk memperkenalkan daerahnya. Salah satu spot yang sangat berkesan bagi saya adalah Monumen pejuang Christina Martha Tiahahu. Terletak di daerah bukit Karang Panjang, di area monumen terdapat patung yang menurut saya sangat gagah untuk seorang wanita muda. Patung yang menghadap ke laut dengan…

  • Motivasi,  Nonton,  Renungan

    Everest Puncak Kehidupan?

    Nonton film yang penuh pelajaran itu sangat berarti, apalagi jika didapat dari pengalaman orang lain tanpa harus mengalaminya sendiri Mendaki gunung? itu tidak ada dalam kamus saya. Selain takut ketinggian, saya malah menikmati gunung dari jarak pandang tertentu. Terakhir saya “mendaki” gunung Bromo dengan mobil hardtop, itu sudah membuat kenangan akan ketakutan yang tidak menyenangkan apalagi jika Gunung Everest. Gunung Fuji pun saya daki dengan menggunakan mobil, tidak ada struggle yang harus melibatkan fisik, malah saya menikmatinya dengan mendengarkan lagu dari Matsuyama Chiharu yang sangat pas dengan suasana musim gugur waktu itu. Everest memang adalah titik tertinggi dari daratan yang ada di dunia. Tinggi gunung ini adalah sekitar 8.850 meter,…

  • Motivasi

    Bersaing itu Lumrah

    Kekawatiran tentang pekerja dari luar sudah mulai terasa di kalangan pekerja lokal di Indonesia. Hampir semua berpikir, pasti kita tidak kebagian tempat lagi untuk bekerja. Orang-orang asing yang datang itu mengambil rejeki  kita, mengambil piring nasi kita. Sayangnya hanya sedikit yang melihat ini sebagai peluang. Peluang untuk menjadi lebih baik dan meningkatkan daya saing. Tapi kira-kira apa yang kita miliki? Payung hukum? Berlindung kepada pemerintah? Menurut saya sepatutnya kita sendiri menyadari bahwa dengan semakin banyak persaingan semakin memacu kita untuk bisa bekerja lebih baik.  Kita tidaklah perlu mendesak pemerintah untuk membatasi orang-orang asing yang masuk untuk bekerja dikarenakan berlakunya pasar tunggal yang disepakati oleh negara negara ASEAN yang akan berlangsung…

  • Motivasi,  Renungan

    Hidup itu Menyakitkan dan Penuh Penderitaan

    Hidup itu menyakitkan dan penuh penderitaan! Terkesan pesimis? negatif? Tapi menurutku memang begitulah keadaannya. Khayalan tentang hidup yang menyenangkan dan tanpa rasa sakit sebenarnya itu menjauhkan diri dari kenyataan. Tapi apakah kita jadi menyerah? Tidak! Saya perlu menyadari sakit dan rasa derita agar tidak perlu berusaha untuk mengalihkannya atau bahkan mengubahnya menjadi kebahagiaan sempurna. Jika saya berusaha demikian, saya akan stress, merasa harus melakukan sesuatu untuk mengubah kenyataan yang kadang di luar batas kemampuan kita. Pernyataan hidup ini menyakitkan dan penuh penderitaan hanya untuk menerbitkan kesadaran bahwa “Life is tough, so deal with it.” Kita dengan tidak sengaja menciptakan keadaan yang lebih menyakitkan dengan menghindari perasaan tidak menyenangkan ini. Padahal kita sadar…

  • Motivasi,  Renungan,  Sehari hari

    Jualan Bakso atau Jualan Mobil

    Ada cerita menarik yang saya dengar dari sahabat, orang terdekat saya. Dalam dunia kerja memang terisi oleh bermacam-macam niat, karakter, perilaku, dan sebagainya. Semakin lama kita berada dalam dunia ini semakin banyak juga yang bisa kita pelajari. Apakah itu menjadi bahan untuk menghadapi situasi atau bisa jadi menjadi bahan refleksi diri. Ini seperti orang yang jualan bakso dan jualan mobil, katanya. Saya sempat bingung, apa ya maksudnya? Pernah gak memperhatikan bagaimana tukang bakso menarik perhatian sekampung agar semua orang menyadari kehadirannya? iya, benar. Rata-rata dari mereka menciptakan bunyi dari mangkuk dan sendok besi yang dimilikinya. Belum cukup dengan itu, kadang disertai juga dengan teriakan. Bakso…bakso… Lalu bagaimana dengan pedagang mobil?…

  • Motivasi,  Sehari hari

    Kamu dibenci, biarkan

    Saya tidak pernah tahu, dan hal ini mungkin terjadi juga kepada yang lain. Seseorang bahkan sekelompok orang yang tidak suka dengan keberadaan kita, sikap kita bahkan perkataan kita. Ini terjadi di lingkungan pekerjaan saat ini, memiliki banyak pimpinan juga membingungkan. Untungnya saya cuma berpatokan pada “bekerja untuk perusahaan”. Masih ada beberapa yang merasa harus tetap baik terlihat kepada pimpinan. Bagi saya itu bukan cara yang tepat. Saya lebih suka dengan menjalankan segala kegiatan pekerjaan dengan jujur dan berusaha yang terbaik dan seobyektif mungkin. Kelihatan baik di depan pimpinan itu memang bisa menjadi tempat yang aman untuk menjaga keberlangsungan kita di perusahaan, apalagi ditambah dengan pimpinan yang “berkuping tipis”. Ini memang…

  • Motivasi,  Renungan

    Kaku atau Lentur!

    Tidak semua orang suka kota yang penuh hiruk pikuk seperti Jakarta. Saya pun demikian awalnya. Setiap akan ke ibu kota beberapa tahun lalu hati saya terasa berat, malas rasanya. Lalu kenapa sekarang saya menyukainya? Bahkan tawaran untuk balik ke kampung halaman sudah disampaikan tetapi saya kecenderungan saya tetap ke ibu kota yang penuh cahaya ini. Mungkin adaptasi saya selama hampir 4 tahun ini berjalan mulus. Nampaknya… Saya merasa orang yang bisa survive di Jakarta adalah orang yang sudah ditempa dengan keadaan yang memang keras. Bentukan pribadi menjadi lebih jelas. Dari matahari terbit sampai terbenamnya, tidak ada kata “santai”. Bahkan untuk jalan kaki sekali pun, harus tetap waspada dengan trotoar yang dipenuhi…

  • Motivasi,  Renungan,  Sehari hari,  Uncategorized

    Life is about ourselves, not others

    Dengan banyaknya social media yang bisa kita akses dengan mudah, semakin mudah pula kita mengetahui informasi orang-orang di sekitar kita bahkan yang jauh dari kita. Bedanya dahulu, lingkungan terdekat seperti keluarga dan tetangga-tetangga sekitar rumah yang menjadi “bahan cerita” atau bahkan menjadi bahan pembanding dengan diri kita. “eh, si A beli kulkas baru sekarang, modelnya dua pintu bahkan punya freezer yang besar” Satu contoh kalimat yang mungkin ada dalam percakapan kita sehari-hari utamanya para ibu ibu. Belum lagi kalau obyek bahasan adalah kategori barang mewah, seperti mobil bahkan tas yang nilainya puluhan juta. Benar, informasi bisa sangat mempengaruhi kita. Kita jadi melihat diri kita sendiri. Duh.. kulkas di rumah kok…

  • Motivasi,  Sehari hari

    Belajar Bahasa Mandarin

    Yah ini yang bakal jadi resolusi tahun 2015. Eh keliru, maksudnya bisa bahasa mandarin, kalau belajar mah sudah dari dulu-dulu tapi tidak pernah bisa. Memang yah untuk mempelajari bahasa itu tidak mudah. Dulu waktu belajar bahasa Inggris saya rasa susah sekali. Akhirnya ngambil kursus intensive dulu di Intensive English Course. Ikut Sunday Meeting pun saya melongo. Alhamdulillah perlahan-lahan akhirnya bisa juga walaupun tetap saja masih kadang tercekat kalau ngomong sama pak W, bule di kantor. Jadinya campur-campur deh bahasanya, Inggris Indonesia 😀 Untuk bahasa Jepang saya memang punya tekad bulat, waktu pertama mau bergabung bekerja di perusahaan Jepang, PT. MII. Saya bilang kalau pun kerjanya sama saja minimal saya harus…