• Jalan Jalan,  Keluarga

    Setia dengan Jubah

    Sudah menjadi kesepakatan yang tidak tertulis antara saya dan anak-anak yang sedang menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Fatah, Temboro, setiap dua bulan sekali, adalah waktu untuk menjenguk mereka. November 2015 ini saya berangkat via Jogja dan melanjutkan dengan Kereta Api ke kota yang terkenal dengan pecelnya, Madiun. Anak-anak dijemput di pondok, prosesnya kali ini agak lama. Harus minta izin ke semua ustadz yang kelasnya tidak bisa diikuti. Bagus juga agar anak-anak tidak keluar pondok jika tidak penting. Karena tertarik mencoba hotel baru di kota Madiun, akhirnya kami menginap di Sun City Hotel. Walaupun hotel baru tetapi mungkin pengelolanya bukan yang spesialis chained hotel. Kurang tertata bagus dan finishing hotelnya juga…

  • Keluarga,  Renungan

    Gali Lubang Tutup Lubang

    Walau makan sederhana (Makan nasi sambal lalap) Walau baju sederhana (Asal menutup aurat) Walau makan sederhana Walau baju sederhana Walau serba sederhana Asal sehat jiwa raga Dan juga hutang tak punya Itulah orang yang kaya (hi-hu) Bela-belain cari di google search lirik bang Haji Rhoma nih, saya tahu ada lagu yang berjudul Gali Lobang Tutup Lobang, tapi baru kali ini menyimak liriknya. ~~~ Salah seorang teman ditimpa kemalangan, sepertinya kesulitan keuangan karena kondisi yang kemungkinannya besar pasak dari pada tiang. Yang menjadi masalah adalah kemalangan ini mulai merambah ke mana-mana.  Hampir semua orang yang dikenal dihubungi untuk dimintai pinjaman.  Awalnya saya bersimpati, tetapi rupanya perhatian yang diberikan itu tidak terbalas sesuai…

  • Jalan Jalan,  Keluarga

    Drama Cumi di pulau Samalona 

      Drama memang sebaiknya ada biar berkesan, tetapi kebanyakan drama bikin kita tidak berkembang   Karena merasa sudah lama tidak menyentuh air laut dan berayun atasnya, sehabis lebaran haji kemarin,  saya mengajak keluarga untuk ke pulau kecintaan, Samalona. Pulau yang terletak di bagian barat kota Makassar yang biasanya ditempuh dengan menggunakan kapal motor kayu. Melihat air jernih yang terang benderang memantulkan cahaya matahari rasanya melegakan perasaan sampai ke dasarnya. Air laut musim kemarau rupanya dingin, padahal jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Seperti biasa begitu tiba di pulau kami mencari tempat untuk bisa beristirahat atau sekadar meletakkan barang-barang sebelum berenang. Biasanya yang masyarakat banyak yang menyambut. Mereka menawarkan bale bale…

  • Keluarga

    Tetanggaku (bukan) idolaku

    Sering bermasalah dengan tetangga? Memang bersosialisasi itu gampang gampang susah. Walaupun saya sebenarnya bukan orang yang sering berpindah-pindah, tetapi ada ada saja kejadian yang berhubungan dengan tetangga. Saya pernah bercerita tentang kucing yang membuat saya kena marah oleh tetangga kosan. Tetapi sekarang mbaknya sudah jadi teman yang enak diajak bersapaan, padahal dulu juteknya minta ampun. Mungkin karena kesabaran yang saya miliki :p. Tapi itu benar, saya tidak menyambut permusuhan yang ditawarkan, saya berpikir dia masih muda dan belum mengerti  tentang manfaat bersosialisasi, dan Alhamdulillah sekarang kami berteman baik. Tapi ada yang mungkin tidak bisa dihadapi dengan kesabaran, karena bukan (hanya) saya yang merasakan bahwa ini sudah keterlaluan. Tetangga saya sejak merenovasi…

  • Keluarga,  Sehari hari

    Serasa Punya Anak Lagi

    Masih terheran-heran saya melihat tingkah laku anak-anak sekarang. Sangat berbeda dengan keadaan kita dulu. Saya masih ingat ketika saya mulai akrab dengan seseorang, mama langsung mendudukkan saya di hadapannya dan menegur ini itu. Merasa terhakimi langsung pada detik itu. Dan itu sangat kurang baik, karena melihat dari sisi pribadi, saya bukan orang yang suka ditegur lebih suka diberi pemahaman. Mengingat hal itu saya tidak ingin melakukan hal yang sama dan membuat anak saya merasakan hal yang sama. Zaman memang sudah berbeda, dulu untuk dekat sama seseorang saya di usia kuliah. Dimana saat itu teman-teman sudah memiliki pasangan, agak terlambat untuk ukuran masa itu. Dan itu juga yang membuat saya merasa…

  • Keluarga,  Renungan,  Sehari hari

    Numerologi dan hidupku

    Saya tertegun dan menatap mata yelly yang bening kecoklatan terbias karena lensa kontak yang digunakannya. Dia dengan gamblang menyampaikan tentang keadaan hidup saya seperti buku yang sudah tercetak rapih dan siap dibaca. Saya menatap kertas yang bergambar piramida terbalik, berisi angka-angka yang tidak saya mengerti dari mana asalnya, kecuali deretan paling atas di piramida itu, tanggal lahir saya. “Ibu, di sini terlihat ibu mengalami kegagalan dalam berkeluarga, dan punya potensi untuk bunuh diri”. Sadis yah. Seperti kisah-kisah drama korea saja. Tetapi memang itulah yang terjadi. Saya menerawang, mencoba mencari-cari serpihan kisah-kisah hidup saya yang berhubungan dengan itu. Memang benar adanya. Ini sepertinya bukan ramalan, tetapi konfirmasi saja terhadap apa yang…

  • Jalan Jalan,  Keluarga,  Renungan,  Sehari hari

    TSM, Tempat Semua Menyatu

    Keluarga saya beragam. Dari sudut agama dan status sosial dengan saudara-saudara sangat berbeda. Walaupun sejak kecil kami memulai kehidupan dengan sumber yang sama, didikan yang sama, namun proses perkembangan pribadi dan lingkungan yang berbeda menjadikan kami menentukan arah sendiri-sendiri. Sejak menjadi mualaf, berpindah keyakinan memeluk agama Islam, terus terang perbedaan itu terasa juga. Walaupun dari saudara-saudara lain tetap berusaha untuk bisa menyatu. tetapi tidak akan sama seperti dulu. Itu yang saya rasakan. Rasa canggung, ragu dan takut membuat ketersinggungan yang tidak sengaja tetap saja ada. Kakak  perempuan saya yang sudah lama merantau di Jakarta memang memiliki kehidupan ekonomi yang lebih dari saya. Di saat liburan sekolah dia dan keluarga pulang ke…

  • Keluarga,  Sehari hari

    Menjejaki Silsilah Keluarga Melalui Nama

    Ibu saya sampai sekarang menyimpan buku silsilah marga Ceng (曾). Marga dari ayah saya suku Hakka (Chinese). Buku itu adalah daftar keluarga yang dimiliki oleh marga dari keluarga dengan tujuan untuk tetap bisa berhubungan dengan para keluarga besar. Saya masih ingat waktu buku itu dibuat saya masih di Sekolah Dasar. Konfirmasi waktu itu hanya memakai telpon rumah saja. Sejak ayah saya meninggal, ibu saya mulai kuatir. Kita mulai terpisah jauh dari keluarga ayah dan buku silsilah pun pasti sudah tidak terupdate dengan baik. Hubungan dengan keluarga ayah memang tidak terlalu dekat, mungkin juga karena marga 曾 hanya sedikit jumlahnya. Kekuatiran ibu saya jelas. Dua putra pembawa marga dari ayah masing…

  • Keluarga

    Cepat Sembuh yah Dek!

    “Ummi, sakikka…”, dengan suara memelas dan logat khas Makassarnya suara Adek di telepon sungguh membuat hati saya melemah. Tetapi saya tidak ingin menampakkannya. Memang berat tidak bersama anak-anak di saat seperti ini. Tetapi saya selalu berpikir untuk menguatkannya. Ya.. kekuatan yang harusnya bukan dari orang tua atau orang lain tetapi dari diri sendiri.

  • Keluarga

    Bahaya Sebuah Rahasia

    Seorang wanita cantik dibunuh dan dugaan pembunuhnya adalah suaminya sendiri. Suami dari hasil pernikahan siri, pernikahan rahasia. Lelaki yang sudah mapan merasa pada batas yang maksimal sepertinya menginginkan petualangan-petualangan baru. Mungkin itu yang dirasakan oleh tersangka. Jabatan tinggi dan kemapanan dalam ekonomi sepertinya butuh disalurkan menjadi bentuk kebahagiaan duniawi. Wanita sendiri dan dengan tawaran materi dan kemapanan memang jadi lebih mudah terkait pancingan. Terlepas dari apakah benar pembunuhan itu dilakukan oleh sang suami atau bukan ada pelajaran yang bisa diambil khususnya bagi kita perempuan