Pamali, ada benarnya
April 26th, 2013
Saya tidak akan melupakan kejadian itu, tabrakan tidak lama setelah saya meninggalkan makanan yang sudah dihidangkan. Itu cukup menjadi pelajaran “Jangan duduk di depan pintu, nanti susah melahirkan,” “Jangan menyanyi di dapur nanti, nikahnya sama orang tua,” “Jangan mandi kelamaan, nanti nikahnya juga lama.” Begitulah beberapa kalimat pamali yang saya dengar waktu kecil dulu. Walaupun [...]
Mendoakan selamat, salahkah?
February 12th, 2013
Kata orang tua, apa yang kita tanam itu juga yang akan kita tuai. Saya selalu menetapkan itu dalam hati, sehingga berusaha untuk tidak ada kebencian dalam diri, berlapang dada dalam memberi sekalipun itu untuk sekadar ucapan selamat. Saya pernah malah merenungkan kata Assalamualaikum, melafadzkannya dalam hati dengan perlahan dan saya mendapatkan betapa besar arti kata [...]
Jadi Penyelamat atau Biarkan Dia Kuat
February 4th, 2013
Lahir dengan ras berbeda itu bukan pesanankan? Apalagi harus lahir di tempat yang mayoritas bukan dari ras diri kita. Sejak kecil saya sudah sering di bully. Bukan salah orang tua yang memilih tempat tinggal di perkampungan orang pribumi. Tetapi resikonya memang harus diterima. Setiap saat harus siap menjadikan bahan ejekan karena saya sangat berbeda dari [...]
Menulis yang Baru, Menghapus yang Lalu
January 5th, 2013
Tahun 2013 sudah dimulai, memang pada umumnya orang akan berkata cepat sekali terasa, sepertinya baru kemarin merayakan tahun baru 2012, sekarang sudah berganti lagi. Saya sebenarnya tidak ingin menulis tentang hal-hal yang terjadi di tahun 2012. Karena dengan menulis berarti saya harus mengingat kembali setiap kejadian kejadian yang terjadi di tahun itu. Mungkin tahun 2012 [...]
