Renungan

Dirgahayu Kemerdekaan RI ke -75

Hari ini Senin, bertepatan dengan peringatan ke-75 hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Di tengah suasana pandemi covid-19 yang sama sekali tidak terduga sebelumnya kita secara otomatis menyesuaikan dengan keadaan, jika ingin tetap sehat tentunya.

Saya sudah hampir sebulan lebih di Jakarta. Bukannya tidak ingin pulang ke Makassar, kerjaan dan masih ada ketakutan saat naik pesawat di tengah pandemi membuat saya tidak berpikir untuk pulang dalam waktu dekat ini.

Saya jadinya banyak melakukan aktivitas sendiri, menjadi rutin berolah raga ringan dan yoga juga makan makanan yang kata orang kota sehat. Walaupun sebenarnya makanan sehat itu ada di kampung, yang langsung dipetik dan diolah. Untuk pekerjaan karena tidak terpengaruh lagi dengan rutinitas waktu kerja, saya seperti orang yang moody. Kalau mau kerja ya kerja kalau gak ya gak. Untungnya saya tetap bisa konsisten dengan target yang saya tentukan sendiri.

Masya Allah, inilah kemerdekaan yang saya rasakan. Coba saja kita membayangkan peristiwa sebelum merdeka. Pastinya orang-orang hidup dalam ketakutan, makan pun belum pasti. Apalagi mau memilih apa yang dikerjakan, tidak akan banyak pilihan selain untuk hidup saja cukup.

Sayangnya di era kemerdekaan ini, untuk menghargai hidup saja masih kadang harus diingatkan oleh orang lain. Pikiran kita terlalu banyak dipenuhi oleh apa yang dilakukan oleh orang di sekitar kita. Sosial media yang menjamur membuat kita selalu membandingkan keadaan kita dengan orang lain. Ini sepertinya bakalan jadi penyakit. Ya bagusnya jika menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik lagi. Tetapi kadang keadaan nikmat orang lain itu diperoleh dengan instan. Orang-orang yang terlahir di keluarga berada, yang terlahir cantik atau ganteng, beberapa hal memang tidak mudah kita bisa mengubahnya. Tetapi itu bukan fokus yang sebenarnya. Karena dengan memperhatikan itu kita jadi lupa bahwa kita ini hidup. Hidup yang bebas berkeinginan dan berpendapat yang diperoleh dari jasa-jasa para pejuang yang telah gugur mempertaruhkan nyawanya untuk kebebasan ini.

Silahkan bebas berkreasi tetapi jangan sampai membuat kita menjadi iri terhadap orang lain. Selalu hargai hidup ini dan nikmati setiap detik yang diberikan.

Merdeka!

#catatanrenungantahun2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *