• Jalan Jalan,  Keluarga

    Setia dengan Jubah

    Sudah menjadi kesepakatan yang tidak tertulis antara saya dan anak-anak yang sedang menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Fatah, Temboro, setiap dua bulan sekali, adalah waktu untuk menjenguk mereka. November 2015 ini saya berangkat via Jogja dan melanjutkan dengan Kereta Api ke kota yang terkenal dengan pecelnya, Madiun. Anak-anak dijemput di pondok, prosesnya kali ini agak lama. Harus minta izin ke semua ustadz yang kelasnya tidak bisa diikuti. Bagus juga agar anak-anak tidak keluar pondok jika tidak penting. Karena tertarik mencoba hotel baru di kota Madiun, akhirnya kami menginap di Sun City Hotel. Walaupun hotel baru tetapi mungkin pengelolanya bukan yang spesialis chained hotel. Kurang tertata bagus dan finishing hotelnya juga…

  • Jalan Jalan,  Sehari hari

    Jika Peduli Matikan Handphone!

    Seberapa banyak sih kepedulian kita dengan keselamatan kita bersama? Dalam perjalan menuju ke Jogja baru-baru ini, saya jadinya harus mengomel dalam hati melihat seorang ibu yang sudah di atas lima puluh tahunan tetapi mungkin baru senang senangnya menggunakan gadget. Saat penerbangan di atas pesawat, mungkin karena bosan dia mengambil telepon pintarnya. Saya tepat duduk di bagian belakang sisi kanannya. Saya mulai berpikir, menyalakan telepon genggam pada saat pesawat mengudara mungkin akan memancarkan signal. Semoga bisa langsung dia mengubah ke mode pesawat. Tapi dugaan saya salah. Saya masih saja kepo dengan memperhatikan setiap gerak geriknya, dan benar saja, notifikasi WhatsApp di baris paling atas handphone-nya mulai mengganggu saya. Saya tidak menegur…

  • Keluarga,  Renungan

    Gali Lubang Tutup Lubang

    Walau makan sederhana (Makan nasi sambal lalap) Walau baju sederhana (Asal menutup aurat) Walau makan sederhana Walau baju sederhana Walau serba sederhana Asal sehat jiwa raga Dan juga hutang tak punya Itulah orang yang kaya (hi-hu) Bela-belain cari di google search lirik bang Haji Rhoma nih, saya tahu ada lagu yang berjudul Gali Lobang Tutup Lobang, tapi baru kali ini menyimak liriknya. ~~~ Salah seorang teman ditimpa kemalangan, sepertinya kesulitan keuangan karena kondisi yang kemungkinannya besar pasak dari pada tiang. Yang menjadi masalah adalah kemalangan ini mulai merambah ke mana-mana.  Hampir semua orang yang dikenal dihubungi untuk dimintai pinjaman.  Awalnya saya bersimpati, tetapi rupanya perhatian yang diberikan itu tidak terbalas sesuai…

  • Jalan Jalan,  Motivasi,  Renungan

    Pahlawan bagiku

    Selama ini saya mengenal pahlawan yang dulu gambarnya terpampang di diding kelas saat mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar. Tugas kita adalah menghapal nama dan dari daerah mana pahlawan tersebut berasal dan berjuang hingga gugur demi untuk bangsa dan negara. Seperti pelajaran biasa, menghapal dan menunggu untuk bisa menjawab soal dalam ujian. Baru baru ini saya ke Ambon, Maluku. Seperti umumnya para pejalan kami singgah di spot-spot yang disediakan oleh pemerintah daerah untuk memperkenalkan daerahnya. Salah satu spot yang sangat berkesan bagi saya adalah Monumen pejuang Christina Martha Tiahahu. Terletak di daerah bukit Karang Panjang, di area monumen terdapat patung yang menurut saya sangat gagah untuk seorang wanita muda. Patung yang menghadap ke laut dengan…

  • Renungan

    Pilih 21 atau 27

    Tersebutlah kisah di suatu zaman, di suatu saat dua orang murid yang bertengkar hebat hanya karena mempermasalahkan 3 x 7 itu hasilnya berapa? Si murid A mengatakan sudah pasti 3 x 7 itu 21 karena itu yang dia pahami dan dia merasa benar sebenar benarnya. Si murid B mengatakan sudah pasti  3 x 7 itu 27 karena itu yang dia pahami dan dia merasa benar sebenar benarnya. Mereka bertengkar hebat, tidak ada yang mau mengalah karena keduanya merasa benar sebenar benarnya. Muncullah ide dari si A, “Bagaimana kalau kita tanyakan ke guru, karena guru pasti yang lebih tau yang mana yang benar”.  “Ayo!”, kata si B dengan yakinnya. Akhirnya mereka…

  • Jalan Jalan,  Keluarga

    Drama Cumi di pulau Samalona 

      Drama memang sebaiknya ada biar berkesan, tetapi kebanyakan drama bikin kita tidak berkembang   Karena merasa sudah lama tidak menyentuh air laut dan berayun atasnya, sehabis lebaran haji kemarin,  saya mengajak keluarga untuk ke pulau kecintaan, Samalona. Pulau yang terletak di bagian barat kota Makassar yang biasanya ditempuh dengan menggunakan kapal motor kayu. Melihat air jernih yang terang benderang memantulkan cahaya matahari rasanya melegakan perasaan sampai ke dasarnya. Air laut musim kemarau rupanya dingin, padahal jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Seperti biasa begitu tiba di pulau kami mencari tempat untuk bisa beristirahat atau sekadar meletakkan barang-barang sebelum berenang. Biasanya yang masyarakat banyak yang menyambut. Mereka menawarkan bale bale…