• Keluarga,  Renungan,  Sehari hari

    Numerologi dan hidupku

    Saya tertegun dan menatap mata yelly yang bening kecoklatan terbias karena lensa kontak yang digunakannya. Dia dengan gamblang menyampaikan tentang keadaan hidup saya seperti buku yang sudah tercetak rapih dan siap dibaca. Saya menatap kertas yang bergambar piramida terbalik, berisi angka-angka yang tidak saya mengerti dari mana asalnya, kecuali deretan paling atas di piramida itu, tanggal lahir saya. “Ibu, di sini terlihat ibu mengalami kegagalan dalam berkeluarga, dan punya potensi untuk bunuh diri”. Sadis yah. Seperti kisah-kisah drama korea saja. Tetapi memang itulah yang terjadi. Saya menerawang, mencoba mencari-cari serpihan kisah-kisah hidup saya yang berhubungan dengan itu. Memang benar adanya. Ini sepertinya bukan ramalan, tetapi konfirmasi saja terhadap apa yang…

  • Jalan Jalan,  Open source

    Sinjai, a part of me from here

    Saya seharusnya merasa bersyukur, akhirnya bisa berkunjung ke Sinjai. Kabupaten yang terletak di sebelah timur Sulawesi Selatan. Sinjai harusnya jadi daerah yang spesial buat saya. Selama ini saya cuma mendengar dan membayangkan keadaan kota kabupaten ini dari ibu saya saja. Nenek dari ibu saya memang berasal dari Sinjai, tepatnya daerah Balangnipa. Seorang yang katanya terlahir bersama biawak. Zaman itu pasti lazim dengan kisah-kisah seperti itu. Saya berkunjung ke Sinjai dengan tujuan menghadiri Indonesia Linux Conference. Kumpul-kumpul para simpatisan operating sistem linux dan aplikasi open source di Indonesia. Berangkat dari terminal Malengkeri, rute yang dilalui oleh angkutan umum ini memutar ke arah selatan, melalui kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Bulukumba. Waktu yang…

  • Jalan Jalan,  Keluarga,  Renungan,  Sehari hari

    TSM, Tempat Semua Menyatu

    Keluarga saya beragam. Dari sudut agama dan status sosial dengan saudara-saudara sangat berbeda. Walaupun sejak kecil kami memulai kehidupan dengan sumber yang sama, didikan yang sama, namun proses perkembangan pribadi dan lingkungan yang berbeda menjadikan kami menentukan arah sendiri-sendiri. Sejak menjadi mualaf, berpindah keyakinan memeluk agama Islam, terus terang perbedaan itu terasa juga. Walaupun dari saudara-saudara lain tetap berusaha untuk bisa menyatu. tetapi tidak akan sama seperti dulu. Itu yang saya rasakan. Rasa canggung, ragu dan takut membuat ketersinggungan yang tidak sengaja tetap saja ada. Kakak  perempuan saya yang sudah lama merantau di Jakarta memang memiliki kehidupan ekonomi yang lebih dari saya. Di saat liburan sekolah dia dan keluarga pulang ke…

  • Keluarga,  Sehari hari

    Menjejaki Silsilah Keluarga Melalui Nama

    Ibu saya sampai sekarang menyimpan buku silsilah marga Ceng (曾). Marga dari ayah saya suku Hakka (Chinese). Buku itu adalah daftar keluarga yang dimiliki oleh marga dari keluarga dengan tujuan untuk tetap bisa berhubungan dengan para keluarga besar. Saya masih ingat waktu buku itu dibuat saya masih di Sekolah Dasar. Konfirmasi waktu itu hanya memakai telpon rumah saja. Sejak ayah saya meninggal, ibu saya mulai kuatir. Kita mulai terpisah jauh dari keluarga ayah dan buku silsilah pun pasti sudah tidak terupdate dengan baik. Hubungan dengan keluarga ayah memang tidak terlalu dekat, mungkin juga karena marga 曾 hanya sedikit jumlahnya. Kekuatiran ibu saya jelas. Dua putra pembawa marga dari ayah masing…

  • Sehari hari

    Tiada Tempat Nyaman selain Dekat Ibu

    Semua bayi yang ada di kandungan pasti merasakan demikian. 9 bulan makan, tidur dalam perut ibu. Begitupun setelah kita-kita dilahirkan menjadi sosok yang mandiri. Proses melepaskan kelekatan kepada ibu memang susah, tetapi mau tak mau, seiring waktu berganti semua juga akan berubah. Saya beruntung, walaupun saya dianggap merantau karena tidak berada di tanah kelahiran, saya masih bisa dekat dengan ibu. Karena ibu juga ikut kami merantau. Jakarta – Bekasi bukan jarak yang jauh lagi jika kita sudah sering menempuhnya. Apalagi dengan adanya commuter line. Saya dengan mudah bisa menyampaikan ke ibu saya jika saya pengen makan sesuatu. Sebelum ke Bekasi, saya sudah mengirim pesan, mau makan ini atau itu. Dan…

  • Sehari hari

    Asam Urat dan Pola Makan

    Waktu di Gelora Bung Karno setelah acara bersih-bersih dengan komunitas Osoji Jakarta, saya tergoda oleh promosi anak-anak mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Jakarta yang mempromosikan pemeriksaan kesehatan gratis. Wah tau saja kan, yang namanya gratis pasti menarik hati. Mereka rupanya juga ikut memanfaatkan keramaian di GBK. Awalnya cuma tensi darah, tetapi begitu ditawari untuk periksa kolesterol, asam urat dan gula darah akhirnya saya mau, walaupun malas harus ditusuk-tusuk pakai jarum serupa pen itu. Terlanjur menurutku. Hasilnya adalah : Kolesterol masih dalam batas normal, gula darah kurang katanya, mungkin karena saya memang belum sarapan pagi itu. Tapi yang pasti dengan itu saya tidak perlu kuatir dengan diabetes. Yang masalah…

  • Sehari hari

    Mindahin Data Quickvoice dari IPad ke PC

    Pernah berasa gak kalau makai produk apple itu ribetnya minta ampun. Ya itu hanya berlaku pada orang yang gak punya duit banyak seperti saya ini. Jadinya punya iPod, iPad tapi gak punya Macbook. Otomatis ngurus-ngurus datanya pake iTunes yang diunggah ke PC biasa. Yang saya rasakan masalah waktu ingin memindahkan data dari iPad ke PC. iTunes sebenarnya lebih diperuntukkan satu arah. Sumbernya dari PC kemudian ke perangkat mobile. Makanya sempat kesulitan lagi, soalnya jangan coba klik Sync kalau tidak mau data yang di iPad hilang semua. Saya penyuka Enka, musik tradisional Jepang yang anak-anak muda Jepang juga eneg dengarnya (katanya sih). Tapi entah kenapa saya suka sekali. Makanya saat karaokean…