Mamie's Blog

– notes of my thought and experience

“Enka itu cuma didengar sama ojiichan obaachan saja”, kata teman saya menanggapi kesukaan saya dengan jenis musik ini. Di Jepang memang jarang anak-anak muda yang suka dengan jenis musik ini. Lagu jenis enka ini memang merupakan musik tradisional Jepang, mirip mirip lagu keroncong di Indonesia. Jelas lebih disukai oleh yang sudah berumur.

Musik yang digunakan masih menggabungkan alat musik tradisional jepang. Para penyanyi enka utamanya yang wanita pasti menggunakan kimono, baju tradisional Jepang, ย pada saat perform. Lirik-lirik yang digunakan sebenarnya banyak yang pesimis, belum bisa dijadikan acuan, mungkin karena yang saya suka kebetulan lagu-lagu yang berisi kesedihan, kesepian, ditinggal kekasih dan banyak mengikutkan “sake” di liriknya. Kata-kata yang berhubungan dengan alam, sangat banyak, lebih natural, lebih membumi ๐Ÿ™‚

First impression memang menentukan. Mungkin ini yang menjadi alasan saya menyukai lagu-lagu enka. Bekerja di perusahaan milik orang Jepang sudah pasti kita berusaha mengetahui dan mempelajari budayanya. Sake yo (้…’ใ‚ˆ) yang dinyanyikan oleh Yoshi Ikuzo (ๅ‰ๅนพไธ‰) adalah lagu Jepang pertama yang saya dengar. Itu pun karena sering dinyanyikan oleh pimpinan saya sambil bersenandung. Berawal dari lagu itu saya mengenal karya-karya Yoshi Ikuzo. Semakin sering saya dengar semakin meresap di hati, hingga sekarang saya masih mendengarnya, bahkan sesekali menyanyikannya di ruang karaoke. Walaupun kadang dapat komplain dari teman-teman.

Iwakigawa (Sungai Iwaki) salah satu lagu kesukaan saya ๐Ÿ™‚

Dan swear! menyanyikan lagu enka itu sangat susah. Belum dengan teksnya yang pasti gak ada yang romaji, semuanya dalam huruf kanji. Biasanya sih pakai modal hapalan dan ingat-ingat sedikit sebutan karakter kanjinya. Kalau salah biarlah, toh saya bukan original Japanese. Belum lagi cengkok nya, teknik menyanyinya dengan power yang dominan sangat sulit apalagi untuk suara wanita. Tapi sudahlah, saya memang tidak bermaksud untuk menjadi penyanyi enka, cuma sebagai penikmat saja ๐Ÿ™‚

Sekarang saya makin menambah daftar penyanyi enka yang saya suka. Seperti Sakamoto Fuyumi dan Ichikawa Sayuri. Walaupun tidak semua lagu yang dinyanyikan menjadi kesukaan saya.

Lagu-lagu memang kadang membawa kita ke masa tertentu dalam hidup ini. Semakin asik mendengar dengan isi cerita yang sudah kita lalui. Pesannya sih, sepanjang itu membuat semangat, menenangkan dan membahagiakan silahkan saja. Tapi jangan sampai terbawa ke kesedihan yang juga bisa dibawa oleh sebuah lagu. Tetap senyum ^_^

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *