• Uncategorized

    Mengundang rasa masa lalu

    Beberapa kali, setiap saya berkesempatan pulang ke Makassar saya harus meredam keinginan untuk makan sesuai dengan selera. Sebagai ibu, sudah pastilah saya lebih mengutamakan keinginan anak-anak saya. “Tunggu mi kakak, pasti ummi selalu tanya kita mau makan apa”, begitu logat khas Amdan berbicara dengan kakaknya. Setiap berkesempatan menjemput mereka dari pesantren saya memang hampir pasti menanyakan itu. Beda selera sama anak-anak saya anggap wajar, sama seperti saya mereka pun punya keinginan untuk makan masakan tertentu, dan saya mengalah. Tapi kali ini beda, saya akhirnya mendapat kesempatan untuk makan di tempat yang disebut “nikmat”. Kesan pertama, tempatnya bersih. Jejeran makanan siap saji tertata rapih. Dan memang, saya terkagum-kagum sendiri melihat menu…