• Uncategorized

    BBM Naik, Siapa Mau Turun?

    Capek sudah nonton berita. Isinya melulu tentang demo mahasiswa di penjuru daerah di Indonesia. Apalagi kalau bukan soal BBM. Bahan bakar minyak yang akan dikurangi subsidinya diganti ke anggaran yang lain. Apapun itu saya tidak mengerti tentang RAPBN. Atau istilah RAPBN-P Saya cuma bisa bilang yang urus negara ini kurang cerdas. Mereka tidak seperti mama di rumah yang berusaha mengatur pengeluaran yang disesuaikan dengan rencana pemasukan yang diperoleh papa. Tidak secerdas, bagian keuangan di kantor yang mengatur prediksi pendapatan dan cost pengeluaran perbulan. Yang saya tahu adalah negara terusan defisit jika subsidi bbm diteruskan. Entahlah saya awam dalam hal politik, karena itulah saya tidak mengerti kenapa ada juga yang bilang…

  • Uncategorized

    Belajar Dari Rasa

    Saya tiba tiba saja menitikkan air mata. Bukan karena sakit  yang saya rasakan beberapa hari ini. Bukan karena saya tidak memiliki orang lain yang membantu saya menghadapi kondisi kurang sehat ini. Tetapi saya tiba-tiba berpikir, bagaimana orang-orang tua yang terabaikan di saat mereka sudah menapaki usia tak berdaya. Di saat sendiri, saya harus merasakan beratnya jika sakit tanpa ada orang lain mendampingi. Selain psikis, yang kata ahli, pelukan itu menyembuhkan. Saya juga harus berusaha sendiri, berpikir apa yg terbaik agar diri ini sehat kembali. Dengan kondisi yang kurang fit kadang usaha itu tidak maksimal. Makanan, obat, ke dokter dan sebagainya. Lalu, bagaimana dengan orang tua orang tua kita? atau orang…

  • Uncategorized

    Mengundang rasa masa lalu

    Beberapa kali, setiap saya berkesempatan pulang ke Makassar saya harus meredam keinginan untuk makan sesuai dengan selera. Sebagai ibu, sudah pastilah saya lebih mengutamakan keinginan anak-anak saya. “Tunggu mi kakak, pasti ummi selalu tanya kita mau makan apa”, begitu logat khas Amdan berbicara dengan kakaknya. Setiap berkesempatan menjemput mereka dari pesantren saya memang hampir pasti menanyakan itu. Beda selera sama anak-anak saya anggap wajar, sama seperti saya mereka pun punya keinginan untuk makan masakan tertentu, dan saya mengalah. Tapi kali ini beda, saya akhirnya mendapat kesempatan untuk makan di tempat yang disebut “nikmat”. Kesan pertama, tempatnya bersih. Jejeran makanan siap saji tertata rapih. Dan memang, saya terkagum-kagum sendiri melihat menu…

  • Uncategorized

    Mau murah siap susah

    Kebiasaan kalau beli apapun pasti kita berharap dapat murah. Begitu pun saat saya belanja tiket. Milih-milih untuk harga yang paling ekonomis. Apalagi kalau itu biaya sendiri, untuk pulang kampung. Baru-baru ini saya membeli tiket dari Makassar ke Jakarta dengan harga 500.000. Harga yang pantas menurutku, cuma yg tidak pas adalah waktunya. Berangkat jam 23.35 tiba pukul 00.05, itupun di atas kertas. Nyatanya saya tiba 00.35. Belum lagi kali ini saya bawa bagasi, jadilah saya keluar dari terminal sekitar jam 1 pagi. Sudah pasti Bus Damri yang biasa saya tumpangi sudah tidak beroperasi lagi. Saya memang merencanakan akan naik taxi saja, tetapi rupanya tidak semudah itu. Begitu saya keluar antrian penumpang…

  • Uncategorized

    Jika Hukum Tak Bisa Diandalkan

    Seorang ibu nekat menabrakkan dirinya ke kendaraan yang lalu lalang di jalan, untung saja keluarganya berhasil mencegah kejadian yang bakal mengenaskan. Ibu ini kecewa, sidang untuk membela hak anaknya yang sudah tewas dianiaya oleh suaminya, ditunda. Mungkin saja alasan ditunda itu benar, tetapi siapa yang bisa meyakinkan bahwa alasan itu dibuat-buat? Perangkat hukum di Indonesia saat ini mungkin sudah kebanyakan perkara. Kasus kasus malah dibisniskan siapa yang bisa memberi ‘pelicin’ yang paling banyak dia lah yang menang. Belum lagi disetiap prosedur tidak ada lagi istilah melaksanakan tugas, semuanya berpamrih.. uang Tak disangkal, kadang perkara pun lambat prosesnya, seakan mereka tidak ingin melepaskan mesin atm yang sudah ada dalam kekuasaan mereka.…