Mamie's Blog

– notes of my thought and experience

Saya telat, harusnya tulisan ini bisa jadi anti mainstream untuk tema 8 Minggu ngeblog Minggu Kelimanya Anging Mammiri minggu yang lalu. Disaat teman-teman menulis tentang cinta pertama yang kesannya bagi saya hampir sama. Saya memilih ending dari kisah itu, putus cinta pertama. Entahlah kalau ada yang masih lanjut dengan cinta pertamanya

It must have been love. Yang tahu Roxette pasti kenal lagu ini. Hits di tahun 90an. Lagu ini pula yang membuat hati saya semakin hancur bagai diremas-remas dalam peti kemas (biar homofon saja).
Dekat dengan lelaki yang sebenarnya sudah bertunangan itu memang kesalahan fatal. Tapi apa yang bisa saya lakukan. Setiap hari bertemu, memiliki kesukaan yang sama dan yang alasan kuatnya adalah dia memberi harapan!

pic by http://themetapicture.com/
pic by http://themetapicture.com/

Putus cinta pertama kali itu pasti paling menyedihkan, karena hal yang pertama pasti dramatis. Sama seperti jatuh cinta pertama kali pasti sangat berkesan.
Kesedihan yang saya alami memang membuat saya menangis berhari-hari. Bahkan ingin bunuh diri, kalaupun terjadi saat itu, saya berharap ada yang menuntut Roxette karena membuat saya semakin tak berdaya.

Di restoran CFC, restoran fast food pertama di makassar saat itu, kami makan bersama. Harusnya tidak ada yang spesial, karena sama seperti hari-hari sebelumnya. Justru keadaan tak terduga ini bikin pertahanan mudah hancur. Dia menyatakan bahwa kami tidak bisa lagi bersama, dia tetap harus menepati janjinya untuk menikahi wanita yang sudah jadi tunangannya. Ditunangkan dengan ikrar di depan pusara ayahnya. Saya sadar, saya mengharapkan bulan di pangkuan. Saya tidak bisa apa apa lagi, selain melepaskan dia. Tidak ada penyesalan, tidak ada yang disalahkan. Saya cuma bisa meratapi hati saya  yang hancur berkeping keping.

Itu kali pertama saya harus merasakan perpisahan, beruntung saya tidak sampai tenggelam dengan syair lagu roxette. Saya survive, selamat dari keinginan meninggalkan dunia yang seakan tak ada harapan. Masa muda memang lebay, terlalu berlebihan takarannya. Waktu dan  pengalaman itu memang adalah guru. Kesedihan tetap ada tetapi sudah dalam koridor yang wajar. Lagu mungkin saja menambah suasana melankolisnya, tapi selalu yakin bahwa akhir dari sebuah kisah adalah awal dari kisah yang lain. Jadi.. Apa masih mau mengetahui kisah putus cinta kedua, ketiga.. dan seterusnya?

Janganlah, tidak akan sedramatis yang pertama ini 🙂

8 thoughts on “(Putus) Cinta Pertama

  1. Kalau putus cinta, saya belum pernah mengalami, karena suami kebetulan pacar pertama. hehehe…tp sebelumya beberapa kali bertepuk sebelah tangan, sedih juga sih…apalagi kalau dengar lagu2 dg tema yg sama..hiksss, serasa dunia tidak berarti lagi, hihihi Masa muda yang lebay, tp cukup manis untuk dikenang dan dijadikan pelajaran hidup 🙂

  2. Kalau putus cinta, saya belum pernah mengalami, karena suami kebetulan pacar pertama. hehehe…tp sebelumya beberapa kali bertepuk sebelah tangan, sedih juga sih…apalagi kalau dengar lagu2 dg tema yg sama..hiksss, serasa dunia tidak berarti lagi, hihihi Masa muda yang lebay, tp cukup manis untuk dikenang dan dijadikan pelajaran hidup 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *