Mamie's Blog

– notes of my thought and experience

Istilah mother vessel baru saja saya pahami ketika mulai bergabung di perusahaan pemilik Izin Usaha Pertambangan. Walaupun tidak bersentuhan langsung namun istilah MV  ini jadi familiar setiap bulannya karena ada hubungan dengan hitungan pendapatan tambahan ;). Sudah lama saya berkeinginan untuk bisa naik ke kapal yang rata-rata berkapasitas muat 50.000 ton ore, bahan tambang. Dan sudah beberapa kali pula saya ke site namun tak pernah jodoh.

Apapun itu, pengalaman pertama pastilah berkesan. Dan memang benar setelah sekian lama berencana akhirnya saya dapat kesempatan tour di atas MV Flag Alexandros.  Kapal besar berbendera Panama menjadi kencan pertama saya. Kru yang berjumlah sekitar 20an orang kebanyakan berkebangsaan Philipina. Mereka berbahasa Tagalog untuk komunikasi sehari-hari, tetapi karena kerjaan mereka yang melayani rute internasional mereka pun sangat cakap berbahasa Inggris.

MV Flag Alexandros
MV Flag Alexandros

Siang itu kami merapat dengan menggunakan speed kecil milik perusahaan, sekitar 500 meter dari bibir pantai, MV Flag Alexandros dengan gagahnya menancapkan jangkarnya siap menyambut kedatangan kami. Naik tangga kapal dengan ikatan tambang di sisi kiri dan kanan membuat saya harus membesarkan hati. Saya memang agak takut ketinggian, untungnya euforia “yang pertama” membuat saya dapat mengabaikan ketakutan. Pukul 3 siang, tapi sang kapten lagi istirahat tidur katanya. Yang menyambut kami adalah chief officer dan beberapa chief yang lainnya. Mereka semua ramah, mungkin saya akan melakukan hal yang sama jika saya melewatkan sekitar sebulan di lautan, bertemu tamu pastilah hal yang membuat sela yang indah diantara kebosanan.

Sudah pasti tak terlewatkan momen foto-foto. Jika pun akan ada kali ke dua menapaki kapal seperti ini tentu kesannya akan berbeda. Karena kami disambut dengan ramah, kesempatan ini pun tidak kami sia-siakan. Bahkan sampai di lambung kapal, tempat suara mesin kapal yang tak henti-hentinya berderu. Memekakkan telinga, namun saya ternyata masih dapat bercakap-cakap dengan beberapa engineer. Pastilah dengan suara yang keras, bersaing dengan suara mesin memang tidak mudah, tapi keingintahuan membuat kita bisa saja menciptakan kondisi itu.

Suguhan biskuit dan minuman kaleng akhirnya menemani kami yang berpeluh, berkeliling di salah satu sisi kapal saja membuat kami keringatan. Mungkin karena harus naik dan turun tangga dok.  Saya yakin jika ditinggal sendiri di sana pasti akan tersesat, pintu bilik dan tangga semua sama. Untungnya kami ditemani selama tour tak resmi ini.

Sangat menyenangkan merasakan pengalaman baru, sudah pasti tak akan mudah terlupakan. Dan yang pasti harapan selama ini sudah bisa terpenuhi. Dan saya memang berjodohnya dengan MV Flag Alexandros.

"Di atas" speed
“Di atas” speed

 

@ ruang mesin
@ ruang mesin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *