Mamie's Blog

– notes of my thought and experience

Lahir dengan ras berbeda itu bukan pesanankan? Apalagi harus lahir di tempat yang mayoritas bukan dari ras diri kita. Sejak kecil saya sudah sering di bully. Bukan salah orang tua yang memilih tempat tinggal di perkampungan orang pribumi. Tetapi resikonya memang harus diterima. Setiap saat harus siap menjadikan bahan ejekan  karena saya sangat berbeda dari mereka. Kulit putih, mata sipit, semua yang saya peroleh dari lahir menjadi  obyek ejekan yang membuat orang-orang merasa puas.

“Ummi, ada yang ejek saya”, kata Amdan melalui telepon.  “Kenapa nak, diejek gimana?” jawabku member respon yang dia inginkan. “Saya dibilang orang china trus teman itu mengejek dengan menyipitkan matanya,”

images (12)

Mendengar kejadian ini ingin sekali rasanya saya emosi, perasaan waktu kecil dulu seakan muncul dimana saat itu saya ingin dibela, saya ingin ada yang menyelamatkan saya dari orang yang usil itu. Bahkan dalam hati pengen ada yang memukulnya biar jera. Lalu apakah itu yang saya harus lakukan kepada yang mem-bully anak saya? Apalagi tahu Amdan pernah kabur meninggalkan pesantren karena gak tahan dengan olokanteman-temannya. Dia memang tidak seperti kakaknya yang sabar dan mau menerima apa saja. Tipenya cenderung memberontak.

Tapi yang keluar dari mulut saya berbeda dengan keinginan masa kecil saya. “Mereka iri nak, kamu kan cakep dengan mata seperti itu, jadi biarkan saja asal jangan kalian yang mengejek orang.” Sekarang saya hanya ingin dia kuat menghadapinya sendiri. Saya tidak mau menjadi penyelamat untuk anak-anak, saya ingin mereka tumbuh, berkembang, berpikir untuk memilih yang terbaik untuk mereka. Menyesal juga saat masih kecil dulu selalu menyalahkan lantai jika mereka jatuh, daripada menjelaskan ke mereka untuk lebih hati-hati berjalan.

Saya tidak akan menjadi penyelamat untuk anak-anakku, saya ingin mereka kuat. Dan untuk itu saya cuma bisa memberikan pengertian saja, lebih meluaskan hatinya menerima bahwa tidak semua kenyataan itu  sesuai dengan keinginan kita. Tetap kuat yah nak!

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *