Mamie's Blog

– notes of my thought and experience

Pelukan itu terasa hangat dan lama, sangat mengejutkan. Saya memang tidak terlalu dekat dengan ibu Bimbi, rekan segroup yang beda kantor. “Saya iri, kamu sudah dapat jaminan surga”, katanya lirih.

Mengungkapkan rasa iri dengan pelukan, saya cuma terdiam beberapa saat malah seperti hilang nyawa, saya tidak menyadari selama ini, maafkan saya ya Allah.

“Anak-anak lagi di pesantren sekarang oma”, sapaan akrab untuk ibu Bimbi, “Doakan yah, semoga mereka bisa jadi hafiz al Quran”, ucapan dan doa ini sangat sering karena saya ingin siapa pun bisa mendoakan anak-anak saya.

Hal yang membuat dia iri, justru membuat saya merasa sedih. Saya kembali teringat ucapan si bungsu dan sangatΒ  seperti ingin meyakinkan saya.

“Ummi, saya akan jadi hafiz untuk bisa menyelamatkan ummi”, hadist yang sering diucapkan abinya sangat melekat dalam hatinya. Abinya berkata, hanya anak-anak yang mampu menyelamatkan saya.

Siapa yang tidak sedih, melihat anak-anak lain bisa merasakan hangatnya suasana berkumpul dengan keluarga.

Hari ini, hari Raya Idul Kurban saya merenung..

Saya harus percaya kepada Allah, seperti Nabi Ibrahim AS percaya ketika beliau diminta untuk menyembelih anaknya, hanya untuk menunjukkan kepatuhan kepada Sang Pencipta.

Harusnya saya seperti itu juga, menyerahkan anak-anak untuk berjuang di jalan Allah. Saya sendiri sudah terlalu banyak materi yang melingkupi. Saya hanya bisa berharap, keyakinan saya dan keikhlasan saya semoga diterima oleh Allah SWT

Anak-anakku tercinta, tolong buatkan jalan ke Surga untukku, jadilah hafiz Al Quran yang menghapalnya di kepala, menempatkannya di hati dan menyebarkannya di bumi dengan cinta kepadasesama.

Mohon doanya …

Selamat hari Idul Adha, Mohon Maaf Lahir dan Bathin

 

pic by google, both of them reminds me of my sons :’)

14 thoughts on “Anakku, tolong buatkan jalan ke Surga untukku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *