Mamie's Blog

– notes of my thought and experience

Tercengang-cengang saya mengenakan cincin berlian 5 karat ini, terasa seperti menatap mobil mewah yang singgah di jari manis

Walaupun kami sahabat-an tapi berkumpul dengan teman-teman lama ini memang jarang, sejak perjalanan ke Singapura yang lalu baru sekarang kami ngumpul lagi.
Salah seorang teman pindah ke rumah baru di kawasan pondok indah yang tersohor karena hanya bisa dimiliki oleh ‘the have’

Saat kembali berkumpul saya sudah terbiasa menyimak saya. Topik yang mereka pilih tidak terlalu membuat saya tertarik. Bukan keseharian saya.

Membicarakan tas yang nilainya ratusan juta itu seperti pembicaraan saya ketika jalan-jalan di ITC kuningan mencari pakaian yang murah yang ‘busuk-busuk’
Memilih akan naik mobil apa hari ini sama seperti saya memilih antara naik angkot atau ojek jika akan berangkat kerja.

Tetapi dengan mendengar saya mendapat pengetahuan juga.

“Titip saja kalau ada yang mau ke Eropa” usul salah seorang di antara kami.

“Tidak gampang, beli tas Hermes itu punya trik, kita harus membeli beberapa asesoris selain tas senilai kurang lebih 50jutaan baru deh tasnya diperlihatkan. Tas-tas itu tidak dipajang di counter. Disembunyikan sampai penjaga tokonya sampai dia betul-betul paham kita adalah customer yang loyal”

#glek

Pantas saja brand tersebut menjadi barang langka, belum lagi harganya sampai ratusan juta. Punya duit pun belum tentu dapat, kelasnya sangat terjaga.

Senang juga sih, banyak informasi yang ‘tidak mungkin’ saya alami. Saya juga jadi tahu tentang Patek Phillippe adalah jam yang paling bergengsi di dunia.

“De’ kira-kira sekali keluar mereka itu membawa nilai 1 M di badan mereka yah?” Tanya salah seorang sahabatku.

“Iyah yah, mungkin dengan begitu mereka bisa lebih percaya diri” jawabku.

“Yah iyah lah, siapa yang tidak percaya diri memakai barang bermerk itu di badannya?”

Ternyata kepercayaan diri itu mahal yah, harus mengeluarkan uang ratusan juta, bersusah susah mencari barang tertentu.
Atau mungkin bisa ke Mangga Dua? Sekalian di-kw super-kan saja ^^

#justanotherlesson

36 thoughts on “Kepercayaan diri, berapa harganya?

  1. wewww… kalo pengusaha dan memang sudah ‘punya’ dari nenek moyang sih gak masalah…

    lah kalo cuman pegawai negeri atau pegawai biasa?
    ditambah lagi arus informasi yang sedemikian derasnya?

    itulah mungkin kenapa banyak korupsi
    dan ada juga yang rela menjual diri..
    ugh…

    ini sih namanya penjajahan lewat fashion.
    orang dipaksa konsumtif dan berlebih-lebihan…

    *tapi kalo disodorin jam.. apa tadi namanya, Mam?
    Patek Phillippe yah? tapi gratisan sih mau juga..
    hahaha

  2. wewww… kalo pengusaha dan memang sudah ‘punya’ dari nenek moyang sih gak masalah…

    lah kalo cuman pegawai negeri atau pegawai biasa?
    ditambah lagi arus informasi yang sedemikian derasnya?

    itulah mungkin kenapa banyak korupsi
    dan ada juga yang rela menjual diri..
    ugh…

    ini sih namanya penjajahan lewat fashion.
    orang dipaksa konsumtif dan berlebih-lebihan…

    *tapi kalo disodorin jam.. apa tadi namanya, Mam?
    Patek Phillippe yah? tapi gratisan sih mau juga..
    hahaha

  3. Apalah arti dari barang2 yang mewah itu, *ciee*,
    tapi kalau Mamie mau ke Singapura, Aku cuma mau nitip pada rakyat singapura SADAMDA BASEMEN, 🙂

    ini pasti bisa dipercaya,.

    😀

  4. Apalah arti dari barang2 yang mewah itu, *ciee*,
    tapi kalau Mamie mau ke Singapura, Aku cuma mau nitip pada rakyat singapura SADAMDA BASEMEN, 🙂

    ini pasti bisa dipercaya,.

    😀

  5. tulisan ini sepertinya dibuat tergesa-gesa tanpa ada check and re-check lagi. ada banyak kesalahan penulisan atau kalimat yg berulang.

    coba dicek lagi dari awal, saya tunggu perbaikannya paling lambat besok pagi jam 08:00 WITA..

    #tsaahh

    1. deh.. dimarai maki sama pak guru..
      sebenarnya bukan buru-buru, nda teliti karena lagi galau saja #eh #dikandatto

  6. tulisan ini sepertinya dibuat tergesa-gesa tanpa ada check and re-check lagi. ada banyak kesalahan penulisan atau kalimat yg berulang.

    coba dicek lagi dari awal, saya tunggu perbaikannya paling lambat besok pagi jam 08:00 WITA..

    #tsaahh

    1. deh.. dimarai maki sama pak guru..
      sebenarnya bukan buru-buru, nda teliti karena lagi galau saja #eh #dikandatto

  7. itu belinya pake uang ya mam?*glek*
    Berapami itu uangnya di’, pake tas ratusan juta itu seperti bawa2 rumah ke mana2 yak…*buat beli rumah saja kita mesti nyicil bertahun2 kasian*
    Semakin kaya, semakin nda puas…pasti ada2 saja yg mereka rasa kurang sama diri mereka, biar sudah pake tas Hermes, jam tangan Patek Phillippe, atau cincin 3M
    Intinya bersyukur saja ^^ #sokbijak

    1. bagi mamie sih rezeki orang berbeda-beda
      bisa jadi kelihatan wah tapi mikirnya duit melulu, hidup jadi gak tenang karena merasa ‘memiliki’
      mamie sepanjang ini alhamdulillah jadi bisa belajar menikmati apa yang ada, gak kebayang kalau punya barang kek gitu pasti sudah gak berani naik angkot *ya iyalah hehehe*

  8. itu belinya pake uang ya mam?*glek*
    Berapami itu uangnya di’, pake tas ratusan juta itu seperti bawa2 rumah ke mana2 yak…*buat beli rumah saja kita mesti nyicil bertahun2 kasian*
    Semakin kaya, semakin nda puas…pasti ada2 saja yg mereka rasa kurang sama diri mereka, biar sudah pake tas Hermes, jam tangan Patek Phillippe, atau cincin 3M
    Intinya bersyukur saja ^^ #sokbijak

    1. bagi mamie sih rezeki orang berbeda-beda
      bisa jadi kelihatan wah tapi mikirnya duit melulu, hidup jadi gak tenang karena merasa ‘memiliki’
      mamie sepanjang ini alhamdulillah jadi bisa belajar menikmati apa yang ada, gak kebayang kalau punya barang kek gitu pasti sudah gak berani naik angkot *ya iyalah hehehe*

  9. aku pake kaos dan sepatu ket juga tetep percaya diri.
    aku jadi minder karena ketemu mami yang lemah lembut. jadi malu mau cuwawakan hihihi…

    1. aish masak sih lemah lembut, eh tapi benar kan kepercayaan diri itu bukan karena yang melekat di badan tetapi apa yang ada di jiwa, setuju kan mba? 😀

  10. aku pake kaos dan sepatu ket juga tetep percaya diri.
    aku jadi minder karena ketemu mami yang lemah lembut. jadi malu mau cuwawakan hihihi…

    1. aish masak sih lemah lembut, eh tapi benar kan kepercayaan diri itu bukan karena yang melekat di badan tetapi apa yang ada di jiwa, setuju kan mba? 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *