Mamie's Blog

– notes of my thought and experience

Jika suatu hal yang tabu dibicarakan di masyarakat sudah pasti akan menghadirkan pertanyaan pada diri sendiri. Mau bertanya kemana jika membicarakannyapun dapat dinilai melampaui norma-norma kesopanan. Akibatnya, kadang kita terjebak oleh mitos yang berkembang pada masyarakat dan itu belum tentu benar.

image by google

Apakah keperawanan itu memang disimbolkan dengan darah yang keluar di malam pertama?

“Kita perlu mengetahui latar belakang kenapa ada anggapan bahwa malam pertama itu harus mengeluarkan darah”. Dalam budaya kita dahulu, pernikahan lebih banyak diatur oleh orang tua dan keluarga. Tidak seperti sekarang ini yang lebih banyak dilalui dengan proses perkenalan, saling suka, berpacaran kemudian menikah. Contoh hikayat Siti Nurbaya itu bisa mewakili keadaan masyarakat pada saat itu. Dimana ada keterpaksaan pada malam pertama, sudah pasti penetrasi yang dilakukan pun mengakibatkan luka pada alat vital. Hal ini karena dalam berhubungan sex, perasaan adalah yang paling utama. Begitulah jawaban dari Zoya Amirin, seorang psikolog sex yang hadir sebagai nara sumber dalam acara yang diselenggarakan oleh BlogDetik ini.

Bertempat di gedung detik.com di Buncit Indah pada tanggal 4 Desember 2012, acara ini dihadiri sekitar 40 orang peserta yang kebanyakan adalah blogger.

Pembahasan terbuka dan mendalam ini ditanggapi dengan sangat antusias, pertanyaan-pertanyaan disampaikan secara tertulis ini bahkan kadang membuat pipi kita meronah mendengarnya. Namun tetap saja penting untuk dibicarakan agar kita bisa paham tentang sex secara benar. Penyajian materi ini sangat informatif dan mendidik bahkan sampai ke tips dan trik bagaimana cara setiap pasangan membuat hubungan seks  mereka tidak membosankan.

“Jangan tergantung pada film porno”, begitu anjuran psikolong cantik ini.  Adiktif pada film porno membuat kerusakan otak dan secara psikologi membuat kita tidak puas dengan pasangan sendiri.

Indonesia merupakan pengunduh kedua terbesar di dunia setelah negara-negara Asia Barat. Dengan kenyataan ini adalah tugas semua pihak untuk bertanggungjawab menyebarkan informasi dan edukasi tentang seks secara benar.

Blogger Bicara Sex, semoga bisa menjadi pembuka untuk proses bicara, sesuatu yang tabu pun harus punya ilmu sehingga tidak salah kaprah. Terimakasih BlogDetik sharingnya, ditunggu Blogger Bicara selanjutnya.

 

12 thoughts on “Blogger Bicara Sex, Tabu Tak Lagi Ragu

  1. sepertinya acaranya asyik ya mbak….

    Indonesia adalah pengunduh kedua terbesar di dunia untuk film2 porno…???
    ckckckck…..
    *geleng2 kepala*

  2. sepertinya acaranya asyik ya mbak….

    Indonesia adalah pengunduh kedua terbesar di dunia untuk film2 porno…???
    ckckckck…..
    *geleng2 kepala*

  3. Mamiiiii….!

    Mampir perdana di sini. Wah ternyata mami aktif banget ya di kegiatan-kegiatan blogger. Sayang kemarin nggak bisa ikutan acara ini, sepertinya menarik. Temanya nggak biasa hehehe

  4. Mamiiiii….!

    Mampir perdana di sini. Wah ternyata mami aktif banget ya di kegiatan-kegiatan blogger. Sayang kemarin nggak bisa ikutan acara ini, sepertinya menarik. Temanya nggak biasa hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *