Mamie's Blog

– notes of my thought and experience

foto milik @saliharaa

Dipuja, dihujat, dicintai, ditinggalkan …

Goyang Penasaran, pementasan di Teater Salhihara 19-20 April 2012

Sosok Salimah yang menjadi pusat perhatian pada kisah ini adalah seorang penyanyi dangdut yang cantik, dipuja-puja sehingga banyak lelaki yang rela bertekuk lutut untuk mendapatkan cintanya.

Dengan goyangan erotis dan lagu dangdut yang menjadi hiburan yang disukai di settingan masa 70-80an, para penonton fanatik  yang digambarkan adalah para pria malam, Dengan menggenggam botol minuman memabukkan  ditangan dan  suka membuat keonaran. Mereka berjoget mengikuti irama di bawah panggung memohon-mohon agar diberikan kesempatan untuk bisa bersama sang primadona.

Tetapi apakah lelaki semacam itu saja yang tertarik kepada biduan cantik Salimah ini?

Ternyata tidak. Solihin, lelaki alim dan sopan pun tertarik dengannya. Dengan cara berbeda berusaha menarik perhatian Salimah. Solihin terlihat sangat terpesona dan mencintai gadis itu.

Salimah yang akhirnya menjadi tertuduh, tersangka utama perusak moral sosial akhirnya menjadi korban.  Dengan menyalahkan posisi perempuan yang membuat pria zinah mata dan terbakar birahi, Pak haji, tokoh panutan di desa tersebut menggunakan  kekuatan materi dan kharismanya  untuk  memberantas pentas-pentas dangdut yang dinilai merusak moral.
Pentas dangdut akhirnya dihentikan  oleh Pria-pria yang biasa menikmatinya. Mereka merusaknya demi uang yang diberikan oleh pak Haji sebagai imbalan.

Sejatinya pak Haji ingin menggiring Salimah ke jalan yang benar. Dengan mengaji dan melakukan semua petunjuk yang diajarkan oleh agama. Namun pak Haji juga manusia biasa, sebagai laki-laki dia pun bisa jatuh cinta dan Salimah sadar akan itu.

Sebagai sosok yang dikagumi, pak Haji dengan mudah mendapat simpati. Salimah diam-diam jatuh cinta dan menggantungkan harapannya kepada pak Haji. Namun pak Haji pun mudah berpindah simpati kepada perempuan-perempuan lain, murid-muridnya.

Harusnya kita percaya karma ada walaupun digambarkan dalam kisah fiksi ini. Pak Haji yang ternyata dicintai diam-diam oleh Salimah akhirnya tewas ditangan para begundal-begudal yang dulunya menjadi kaki tangannya memberantas maksiat. Tetapi kali ini para begudal itu bergerak atas suruhan Solihin yang dikisahkan sudah menjadi kepala desa yang berpengaruh secara materi.

Lalu kenapa Solihin yang alim dan sopan ini bisa berubah menjadi seorang yang tak punya hati?

Janji Salimah yang dendam dengan pak Haji karena cintanya yang tak terbalas membuat Solihin hilang akal.
Salimah berjanji akan memuaskan keinginan Solihin,  menikmati goyangannya sesuka yang diinginkan asalkan bisa membawakan penggalan kepala pak Haji untuknya.

Goyangnya memang menjadikan Solihin manjadi penasaran dan hilang akal.

———-

Perempuan  bisa menjadi obyek yang tidak berdaya,  apalagi ketika semua orang menuduh atau mencemooh.  Tetapi perempuan  bisa pula menjadi subyek yang tak terkendali apabila kebenciannya  sudah tak terbendung.

Cerita yang diambil dari cerpen karangan Intan Paramaditha ini sungguh menarik, terlepas dari adanya bisik-bisik tentang kisah yang tidak orisinil

Bagi saya menonton  pertunjukan teater kali ini  benar-benar menyenangkan, saya bisa menikmatinya dan merasa larut dalam pertunjukan yang panjangnya hampir 2 jam.

Pastilah keberhasilan pentas ini tidak terlepas dari kepiawaian sutradara perempuan, Naomi Srikandi yang diperankan telah diperankan dengan apik oleh Teater Garasi. Seting, alur, karakter semua tergambar jelas. Walaupun semua pemerannya adalah pria, pertunjukan inii memang pantas jika banyak yang menyukai. Tiket pertunjukan terjual habis sebelum hari pertunjukannya. Apresiasi yang tinggi untuk karya anak bangsa khususnya perempuan.

Saya menjadi tidak sabar menunggu pementasan-pementasan berikutnya @salihara

 

18 thoughts on “Goyang Penasaran, Cinta yang Menjadi Kejam

  1. di Kompas minggu kemarin ada review tentang acara ini.
    sekilas memang mirip cerita film Malena yang diperankan Monica Bellucci. sebuah kisah di mana perempuan dianggap sebagai “pembawa penyakit” hanya karena dia cantik dan seksi sehingga menarik perhatian laki-laki.

    dalam Malena, perempuan pemeran utamanyapun akhirnya dibenci oleh perempuan lain di kota tempat tinggalnya, diusir, ditelanjangi di depan umum dan rambutnya digunduli.

    Goyang Penasaran kata sutradaranya sengaja menggunakan pemeran laki-laki, bahkan untuk pemeran utama wanitanya sekalipun. tujuannya agar penonton bisa paham dengan tujuan cerita dan tidak terdistraksi seperti penonton Malena yang tentu saja terbuai oleh paras molek Monica Bellucci sehingga pesan yang dibawa jadi agak kabur.

    nice review, walaupun masih kurang tajam dan ada beberapa kesalahan ejaan..:D

    1. terimakasih komennya pak guru, tapi saya komplen, masih banyak kekurangan tapi nda dikasih tau cara memperbaikinya.. *bayarannya ditunda* :p

  2. di Kompas minggu kemarin ada review tentang acara ini.
    sekilas memang mirip cerita film Malena yang diperankan Monica Bellucci. sebuah kisah di mana perempuan dianggap sebagai “pembawa penyakit” hanya karena dia cantik dan seksi sehingga menarik perhatian laki-laki.

    dalam Malena, perempuan pemeran utamanyapun akhirnya dibenci oleh perempuan lain di kota tempat tinggalnya, diusir, ditelanjangi di depan umum dan rambutnya digunduli.

    Goyang Penasaran kata sutradaranya sengaja menggunakan pemeran laki-laki, bahkan untuk pemeran utama wanitanya sekalipun. tujuannya agar penonton bisa paham dengan tujuan cerita dan tidak terdistraksi seperti penonton Malena yang tentu saja terbuai oleh paras molek Monica Bellucci sehingga pesan yang dibawa jadi agak kabur.

    nice review, walaupun masih kurang tajam dan ada beberapa kesalahan ejaan..:D

    1. terimakasih komennya pak guru, tapi saya komplen, masih banyak kekurangan tapi nda dikasih tau cara memperbaikinya.. *bayarannya ditunda* :p

  3. Cerita yg menarik, apalagi menyangkut dengan pak Haji, hehe,
    Perempuan memang lemah secara fisik namun dengan kekuatan yg membuat lelaki tak sadarkan diri maka perempuan jangan pernah dimarginalkan, Maanfaat dari cerita ini menurut pendapat saya adalah, Jangan pernah berkontraksi dengan perempuan, lebih baik menjadi satu tim yang solid, jika sudah solid maka banyak hal yg bisa dilakukan,
    Demikian Mamie. and makasih..:)

    Salam untuk perempuan, kalian memang hebat, 🙂

      1. Hehehe, tapi ini beda lho Mamie, apalagi dengan kontrasepsi itu malah amat jauh berbeda. tapi sama2 bisa dipergunakan, #eh…astagafirullah. maksudnya kedua kata itu bisa dipergunakan dalam membuat karya tulis, semisal cerpen atau karya tulis ilmiah untuk kedokteran dan farmasi.

        demikian…damai and happy always. AlwaysMamie githu…:D

  4. Cerita yg menarik, apalagi menyangkut dengan pak Haji, hehe,
    Perempuan memang lemah secara fisik namun dengan kekuatan yg membuat lelaki tak sadarkan diri maka perempuan jangan pernah dimarginalkan, Maanfaat dari cerita ini menurut pendapat saya adalah, Jangan pernah berkontraksi dengan perempuan, lebih baik menjadi satu tim yang solid, jika sudah solid maka banyak hal yg bisa dilakukan,
    Demikian Mamie. and makasih..:)

    Salam untuk perempuan, kalian memang hebat, 🙂

      1. Hehehe, tapi ini beda lho Mamie, apalagi dengan kontrasepsi itu malah amat jauh berbeda. tapi sama2 bisa dipergunakan, #eh…astagafirullah. maksudnya kedua kata itu bisa dipergunakan dalam membuat karya tulis, semisal cerpen atau karya tulis ilmiah untuk kedokteran dan farmasi.

        demikian…damai and happy always. AlwaysMamie githu…:D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *