Mamie's Blog

– notes of my thought and experience

Pernah gak merasa dikhianati ? mungkin sama teman, sahabat, pacar bahkan suami?

Semoga tidak!

Ada pepatah yang menyatakan bahwa orang yang paling berpeluang menyakiti kita adalah orang yang paling dekat dengan kita.Mungkin karena harapan yang kita gantungkan ke orang-orang terdekat itu sangat besar, sehingga peluang untuk kecewa itu pasti lebih besar.
Baru-baru ini saya mendapat curhatan dari seorang teman yang suaminya secara terang-terangan mengaku menyukai wanita lain dan bahkan ingin menikahinya. Sedih bukan kepalang rasanya, belum juga kebencian terhadap wanita itu tergambar sekali dengan kosa kata yang dipilih untuk menggambarkan wanita tersebut.

Sangat memprihatinkan memang, di saat seorang wanita sudah berusaha memenuhi semua kebutuhan suaminya tetapi tetap saja dianggap tidak cukup dan bahkan mencari ke wanita lain.Alasan agama seakan menjadi tameng saja untuk membenarkan tindakannya. Mampu lahir bathin memenuhi kewajibannya kepada istri-istri itu tidak mudah, seorang saja sepertinya akan kewalahan. Tidak usah kita membicarakan bathin karena bathin pasti terluka, tapi cobalah dari sisi lahir, hidup juga masih belum dianggap cukup sudah niat untuk membagi. Tapi kalau dikatakan demikian, kata cukup itu jadinya relatif lagi, ah.. selalu saja banyak alasan untuk membenarkan tindakan tersebut.

Lalu jika itu terjadi apa yang harus dilakukan?

a.  Alihkan perhatian

Memang berat memposisikan hati dan pikiran yang saat itu pada posisi terniaya. Tetapi  ini satu-satunya cara agar kita tidak lebih terperosok pada perasaan yang menyedihkan.

Dalam The Secret, buku karangan Rhonda Byrne, menyatakan pikiran itu memiliki magnet yang tarik menarik. Jika kita berpikir buruk terhadap sesuatu pastilah yang sejenisnya akan menyerbu menyerang pikiran kita sehingga membuat hati kita tidak tenang.

Nah untuk mengalihkan perhatian agar kita terbebas dari perasaan tidak tenang ini carilah kegiatan yang benar-benar bisa memfokuskan konsentrasi kita. Sebisa mungkin jangan malah mencari tempat curhatan, karena jika kita berbicara tentang hal yang sama maka perasaan sakit itu akan timbul kembali dan semakin menjadi-jadi.  Cobalah dengan nonton dvd kesayangan, menyanyi dengan lagu-lagu gembira, mencari teman-teman yang bisa berbagi kebahagiaan, sehingga untuk sementara bisa menetralisir perasaan.

Oh iyah satu lagi yang penting, hindarkan perkataan yang tidak baik agar hal-hal baik saja yang datang pada kita

b.  Hargai diri sendiri

Hal yang paling menyakitkan karena merasa kita  tidak “terpilih” oleh orang yang kita sayangi. Keberadaan “saingan” membuat kita merasa lebih kurang dari pesaing kita.  Jelas saja buktinya kita diabaikan oleh suami yang selama ini mengaku menyayangi kita.

Untuk itu modal utama adalah jangan pernah merasa kalah. Bahasa yang paling benar untuk menstimulasi kepercayaan diri adalah “Seseorang yang lebih baik telah menanti waktu untuk menjemputku”, benar atau tidaknya tetapi hal  ini bisa menimbulkan kepercayaan diri bahwa kita itu layak untuk diperhitungkan, layak untuk dicintai

c. Dandan dan Merawat Diri

Tidak perlu mengubah diri menjadi orang lain, atau menyamakan diri dengan saingan, cukup dengan mengeksplorasi kecantikan pribadi yang kita miliki. Berasa cantik itu penting, karena aura itu akan terpancar ke sekitar kita. Dandan sewajarnya sesuai dengan karakter yang kita inginkan, kenyamanan dalam berpakaian, dan rawatlah tubuh dengan segala macam ramuan-ramuan alam yang  tujuannya untuk membuat kita lebih cantik dan bersahaja.
—————

Sedikit berbagi tentang kisah yang terdapat dalam buku Ajahn Brahm, cerita datang dari seorang konsultan pernikahan.

Seorang wanita datang padanya untuk mengeluhkan bahwa suaminya sudah tidak mencintainya lagi dan memilih orang lain.

“Saya ingin cerai” kata wanita itu,

Konsultan itu berkata, “Suami anda justru ingin anda menuntut cerai darinya jadi jika anda menuntut itu akan membuat dia senang karena keinginannya tercapai”. “Jadi yang sebaiknya anda lakukan adalah pergi ke salon kecantikan, beli baju yang bagus-bagus dan coba upayakan agar suami anda jatuh cinta lagi pada anda, setelah itu… ceraikan dia”

Si wanita termotivasi untuk melakukan aksi “balas dendam” tersebut, dan setelah beberapa bulan kemudian dia datang lagi ke konsuntan pernikahan itu.

“Suami saya sudah berubah, dia tidak lagi pulang malam, tidak lagi berpacaran dengan wanita lain”.

“Ok, kalau gitu sekarang ceraikan dia”, kata konsultan tersebut

“oh jangan… dia terlalu baik kepadaku”
——————–

Jika memang suami kita hanya terpesona dengan wanita lain karena kulit luar saja,  maka jamin dia akan berbalik ke kita dengan segala usaha yang kita lakukan untuk kebaikan diri sendiri.

Tetapi  jika ternyata suami kita tetap memilih dia, yakinkan pada diri bahwa kita pasti akan mendapatkan pengganti yang lebih baik.

14 thoughts on “Suami Selingkuh? Ini tips menghadapinya

    1. eh para cowok baca ini supaya bisa menghargai istri / calon istri loh.. jangan mentang lebih banyak cewek daripada cowok #loh *ini kok jadinya curcol* :))

    1. eh para cowok baca ini supaya bisa menghargai istri / calon istri loh.. jangan mentang lebih banyak cewek daripada cowok #loh *ini kok jadinya curcol* :))

  1. wew… cukup kenyang dengar kata selingkuh inj, apalagi 3 tahun terakhir banyak teman yang terlibat, baik jadi pelaku maupun jadi korban
    *sigh*

  2. wew… cukup kenyang dengar kata selingkuh inj, apalagi 3 tahun terakhir banyak teman yang terlibat, baik jadi pelaku maupun jadi korban
    *sigh*

  3. sebenarnya kita realistis saja lah.. memang sih kita tidak mau jadi subyek atau obyek tapi melihat keadaan di sekitar kita tidak bisa tutup mata. Yang utama sih semoga orang tetap bisa belajar dari segala keadaan yang terjadi, bukan begitu bu dokter? 😀

    *pengen tambal gigi blum ada waktu* 😀

  4. sebenarnya kita realistis saja lah.. memang sih kita tidak mau jadi subyek atau obyek tapi melihat keadaan di sekitar kita tidak bisa tutup mata. Yang utama sih semoga orang tetap bisa belajar dari segala keadaan yang terjadi, bukan begitu bu dokter? 😀

    *pengen tambal gigi blum ada waktu* 😀

  5. ooo, gitu ya?, pernah ada teman dari bloggaul bilang kalau selingkuh itu indah, tapi saya telusuri dan melakukan interview, ternyata buat seorang wanita hal itu tidak indah, malah bagaikan neraka, lantas, bisa menjadi ajang pembalasan dendam.

    Meski saya belum punya istri, tapi bisa dipastikan selingkuh itu adalah bentuk pengkhianatan. Jika cinta, pastilah selingkuh tidak ada dalam kamus, cinta bukan hanya menilai fisik luar, tapi inner beauty juga sangat penting, walau sih, dalam kenyataan lelaki sangat menyukai yg namanya cantik, terus terang saya juga kok, :D, tapi cantik adalah relatif, misalnya, saya pernah punya calon dulu, malah saya makin suka saat tidak berdandan artinya alaminya terlihat jelas, tapi, malah dia marah saat ia tahu kalau saya seperti itu, iyaaa…jadinya harus putus, katanya, dia sudah beli bedak mahal2 tapi tetap saja ngak digubris. aneh ya…:D

    edehh…panjangna komentku…

  6. ooo, gitu ya?, pernah ada teman dari bloggaul bilang kalau selingkuh itu indah, tapi saya telusuri dan melakukan interview, ternyata buat seorang wanita hal itu tidak indah, malah bagaikan neraka, lantas, bisa menjadi ajang pembalasan dendam.

    Meski saya belum punya istri, tapi bisa dipastikan selingkuh itu adalah bentuk pengkhianatan. Jika cinta, pastilah selingkuh tidak ada dalam kamus, cinta bukan hanya menilai fisik luar, tapi inner beauty juga sangat penting, walau sih, dalam kenyataan lelaki sangat menyukai yg namanya cantik, terus terang saya juga kok, :D, tapi cantik adalah relatif, misalnya, saya pernah punya calon dulu, malah saya makin suka saat tidak berdandan artinya alaminya terlihat jelas, tapi, malah dia marah saat ia tahu kalau saya seperti itu, iyaaa…jadinya harus putus, katanya, dia sudah beli bedak mahal2 tapi tetap saja ngak digubris. aneh ya…:D

    edehh…panjangna komentku…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *