Mamie's Blog

– notes of my thought and experience

“Ma, ada bercak darah”, Mama kelabakan, kebingungan, seperti baru saja mengalami proses melahirkan padahal beliau sendiri sudah berpengalaman melahirkan kami kelima anaknya . Segeralah kami ke rumah sakit bersalin Catherina Booth, bukan merupakan rumah bersalin terdekat tetapi saya malah disuruh jalan sama mama, biar lancar katanya. Saat itu waktu menunjukkan pukul 9 atau 10 malam, tanggal 4 Maret 1995.
Jalan kaki dari rumah (waktu itu di jalan Lamuru) sampai ke jalan Arif Rate, bukan main beratnya. tetapi lebih berat lagi menjalani proses melahirkan yang pertama ini, dalam usia yang masih muda, tanpa dampingan dari suami,  yang ada hanya mama. Ya.. hanya mama, ibu yang terbaik sedunia.

Keadaan tidak berjalan sesuai rencana, letak bayi yang sungsang dan terlilit menyebabkan dokter memutuskan untuk tindakan operasi. Mama yang pantang menyerah masih saja berusaha mencari jalan agar saya bisa melahirkan dengan normal. Obat-obatan alternatif bahkan sampai air yang gak jelas asalnya pun diberikan untuk diminum, berharap akan ada keajaiban agar si bayi bisa dilahirkan dengan normal.

Namun keajaiban yang sempurna adalah ketika si bayi keluar dengan tangisan yang keras, disaat masih terbaring lemah dengan cahaya lampu yang menyilaukan, walaupun  harus melalui proses irisan di bagian perut, melewati keadaan tidak sadar karena obat bius yang mungkin lebih dosisnya. Hal yang sangat menakjubkan adalah merasakan menjadi wanita yang sempurna, menjadi seorang ibu.

Pagi itu, pukul 7 tanggal 5 Maret 1995, My pretty girl Cindy telah lahir ke dunia. 3.5 kg dengan panjang 50cm. Dia lahir dalam keadaan yang  berat bagi kami semua. Dia menjadi sumber kekuatan saya yang dikaruniakan oleh Allah agar terus berusaha dan terus hidup. Dia memang dihadirkan sebagai nyawa cadangan saya, Nyawa yang menahan nyawa lain untuk disia-siakan. Sumber penyemangat dalam keadaan-keadaan sulit.

Meskipun keadaan yang membuat terpisah, saya tidak pernah menyesal. Ada banyak pelajaran bagi siapa saja untuk segala kejadian. Karena saya yakin bahwa segala kejadian itu adalah hasil karya Sang Sutradara pemilik alam semesta ini, maka keyakinan tersebut mengantar kepada penyerahan diri bahwa  apa yang terjadi adalah yang terbaik untuk semua. Namun hal yang baik itu tidak diperoleh dengan mudah. Perjuangan yang paling berat adalah berjuang memiliki rasa sabar yang cukup untuk bisa menerima kenyataan.

17 tahun yang lalu bukan waktu yang singkat, banyak moment yang mamie lewati tidak bersama sang buah hati. Tetapi doa seorang ibu, harapan akan kebahagiaan sang buah hati tidak akan pernah pupus.

“Selamat ulang tahun anakku, Pengen apa dari Mama?”

“Minta doa nya saja Ma”

Doa yang tulus untukmu anakku, adalah doa seorang ibu yang sama seperti doa seluruh ibu-ibu di dunia ini. Berharap kebajikan akhlak, kekuatan sebagai pribadi, bahagia dan terberkati.

Doa yang setiap saat dipanjatkan hingga menjadi doa yang tidak lagi terucapkan oleh lisan.

Happy birthday my girl

I am blessed to have a daughter like you

52 thoughts on “17 tahun yang lalu

    1. makasih tante ndy, salam buat fadel.. you know how the feeling to be a mom dont you? … doa yang sama untuk anak2 kita semua *hugs*

    1. makasih tante ndy, salam buat fadel.. you know how the feeling to be a mom dont you? … doa yang sama untuk anak2 kita semua *hugs*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *