Mamie's Blog

– notes of my thought and experience

Pengalaman mungkin guru yang terbaik bagi mamie dan kadang terkejam dari guru-guru yang ada di sekolah-sekolah dulu. Kalau guru di sekolah mungkin bisa kita hindari dengan memikirkan jika kejadian paling buruk terjadi paling juga keluar dari sekolah tersebut dan pindah ke sekolah lain. Tetapi bagaimana dengan guru kehidupan? Dead or alive deh pilihannya ^^

Pengalaman dekat dengan lawan jenis pun adalah guru. Cuma khusus untuk ini resiko terburuknya yah putus cinta, eh tapi kadang bisa berakhir suicide loh kalau tidak kuat. Semoga tidak yah ^^

Dalam menjalin hubungan, kita berproses untuk mengenal pribadi satu dengan yang lain. Ketertarikan itu pasti kepada hal-hal yang baik dari pasangan, yah otomatis deh kalau awal-awal kedekatan itu pasti terasa manis. yah.. berdasar dari hal-hal yang menarik itu. Tetapi bagaimana selanjutnya? Mulailah kerikil-kerikil kecil, tajam mulai mendatangi kita satu per satu. Bahkan kerikil ini pun bisa berubah menjadi batu karang yang besar, keras dan berat. Ketahanan kita menjalin hubungan ini tergantung dari dasar kekuatan kita menjalin hubungan, niat nya untuk apa. Kalau niatnya rapuh dengan sendirinya serangan-serangan itu pasti akan membuat hancur.

Lalu apa dasar yang bisa membuat hubungan bertahan?

Mungkin terdengar sangat umum, tetapi menurut mamie memang cinta yang membuat hubungan itu bisa langgeng.
Cinta yang sebenarnya adalah perasaan sayang yang tak terhingga sehingga kita lebih ingin memberi daripada menerima. Membuatnya bahagia karena dengan itu kita pun bisa merasakan kebahagiaan.

Kadang kita merasa rancu dengan kalimat, I love you. Mengapa demikian? Pernahkah kita sadari bahwa saat kita menyampaikan I love you sebenarnya yang kita maksud adalah I love myself.

Bingung? Mungkin penjelasannya begini..
Kadang kita mencintai orang hanya karena kita memikirkan kesenangan atau kebahagiaan kita sendiri. Kita lebih ingin menerima daripada memberi. Dengan komitmen kita berubah menjadi pribadi yang egois, merasa bahwa yang dicintai itu adalah milik kita sendiri. Tidak boleh begini tidak boleh begitu. Lalu mana yang dimaksud I love you itu? yang dasarnya adalah membuat bahagia orang yang kita cintai?  Jadi I love you yang selama ini kita ucapkan maknanya yang mana yah?

20 thoughts on “I love you or I love myself?

    1. hihii… eh iyah yah.. ini bicara cinta yah :))
      keterusan kali gara2 acara kemarin ^_^

      Love you too, mba dahliaku sayang

    1. hihii… eh iyah yah.. ini bicara cinta yah :))
      keterusan kali gara2 acara kemarin ^_^

      Love you too, mba dahliaku sayang

  1. Mungkin terdengar sangat umum, tetapi menurut mamie memang cinta yang membuat hubungan itu bisa langgeng”

    mana tombol like-nya yah? mau ngasih jempol nih, hehehe…
    saya suka kata-kata ini… dan saya suka tulisan-tulisan mamie 🙂

    1. thanks yah idha, sudah mau berkunjung ke rumah kecil mamie
      sering-sering lah datang biar kita bisa saling berbagi *hugs*

  2. Mungkin terdengar sangat umum, tetapi menurut mamie memang cinta yang membuat hubungan itu bisa langgeng”

    mana tombol like-nya yah? mau ngasih jempol nih, hehehe…
    saya suka kata-kata ini… dan saya suka tulisan-tulisan mamie 🙂

    1. thanks yah idha, sudah mau berkunjung ke rumah kecil mamie
      sering-sering lah datang biar kita bisa saling berbagi *hugs*

  3. Selalu berkata jujur dan apntang menyerah, walaupun sering melakukan kesalahan tapi tak pernah malu untuk meminta maaf dan terus berusaha untuk bisa menjadi lebih baik.

  4. Selalu berkata jujur dan apntang menyerah, walaupun sering melakukan kesalahan tapi tak pernah malu untuk meminta maaf dan terus berusaha untuk bisa menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *