Mamie's Blog

– notes of my thought and experience

Hari ini mamie ke sekolah JiDan untuk mengurus kartu ujian semester anak-anak
Sambil menunggu bagian administrasi sekolah iseng-iseng mamie baca beberapa tulisan di majalah dinding sekolah dan mata saya tertuju ke puisi seperti ini :

Tentang Ombak – Ana

Kalakau menyentuh kakiku
Kau memberiku ketenangan
Kau bergulung ke pantai tiada henti
Seakan tak meilati bibir pantai

Mengingatkanku untuk tak kenal lelah
Menapaki hidup ini
Buih buihmu terlahir dari kesabaranmu
Terus menerus berjalan menuju pantai

Mengingatkanku untuk terus memelihara
Kesabara, seberat apapun rintangan dalam hidupku
Sejauh apapun gelombangmu pergi
Menuju laut lepas

Kau akan kembali bergulung
Menuju pantai mengingatkanku
Bahwa sejauh apapun kakiku
Melangkah aku harus kembali

Sebenarnya ini seperti puisi-puisi yang lain, tetapi kenapa pula saya merasa tergugah?

Disaat sekarang saya merasa ‘capek’ dalam hidup, puisi ini datang dihadapanku menyajikan gambaran ombak yang istiqomah dalam kesabaran dan usaha.

Tak kenal ‘lelah’ menapaki hidup ini, seperti ombak, seharusnya kita pun seperti itu.
Seketika itu pula saya merasa seperti orang yang bersalah. Betapa saya tidak menghargai hidup yang saya miliki sekarang.
Mungkin memang kekecewaan bisa terjadi beruntun, tetapi seharusnya kita tidak boleh capek atau bahkan kecewa dengan hidup ini.
Semoga jika saya capek lagi, ombak ini akan mengingatkan saya tentang usahanya yang tiada ada kata letih.

Semangat!

2 thoughts on “Puisi Ombak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *