• Uncategorized

    Cerita lain dibalik Gempa di Jepang

    Hari ini berkesempatan ngumpul-ngumpul sama teman, Rini – kepala sekolah Kaori-bunka en dan Yumeina, sahabat mamie yang “nampung” mamie selama di Matsuyama, Jepang. Sebenarnya janjian bertemu ini sudah beberapa hari yang lalu, sebelum terjadi bencana di Jepang kemarin. Akibatnya kami jadinya lebih banyak membicarakan tentang keadaan di sana. Yang pertama adalah menanyakan tentang keadaan teman-teman yang ada disana. Kebetulan teman-teman dominan adanya di Fukuoka, Hiroshima dan Matsuyama bagian selatan dari Jepang membuat mereka tidak merasakan langsung efek dari gempa dan tsunami ini. Tetapi beberapa teman juga ada yang tinggal di Tokyo masih ada yang belum kami tahu keadaannya. Adapun yang membalas sms yang dikirim oleh Rini, jawabannya adalah, “mohon doanya,…

  • Uncategorized

    Bencana Jepang dan Orang Jepang

    Sementara bekerja, mamie dapat info melalui bbm yang masuk dari salah seorang teman tentang gempa di Jepang dan tsunami. Dengan 8.8 SR harusnya sudah merupakan hal yang mengagetkan apalagi disertai tsunami. Jelas kagetlah mamie dan berusaha mencari kabar tentang hal ini melalui internet. Karena kebetulan seruangan dengan Mr. H yg keluarganya tinggal di Shizuoka, mamie akhirnya bertanya kepada dia. Apakah keluarganya baik-baik saja? Karena setau saya dia tinggal tidak terlalu jauh dari pantai. Jawabannya saat itu, telepon tak bisa dihubungi, dugaannya mungkin infrastruktur yang rusak ataupun overload karena terpakai oleh banyak orang. Tetapi saya bertanya lagi, bukannya tadi sempat berbicara dengan orang kantor yang di Shizuoka? Apa mereka baik-baik saja…

  • Uncategorized

    Mengenang Papa

    Tersadar dari mimpi, pagi ini saya merasa dekat sekali sama papa. Beliau  baru saja bersama saya di mimpi semalam ini. Kehadirannya yang memperlihatkan suasana keseharian membuat saya merasa beliau ber ada disekitar saya. Seperti saat beliau masih hidup hal yg sering dilakukan apabila beliau tidak ke pasar untuk buka warung adalah memasak. Kegiatan itu pula yg nampak di alam tidurku. Papa yang selalu sabar, diam dan senantiasa melakukan yg terbaik untuk kami-kami Bertanggung jawab dengan status sebagai ayah, mencari nafkah walaupun harus bangun subuh sebelum waktu sholat subuh. Jalan kaki dari rumah, di jalan lamuru ke pasar sentral, dengan alasan agar badan sehat. Jika beliau capek, tidur sedikit pun cukup…